Thursday, November 10, 2016

Penerimaan pegawai ombudsman 208

Lowongan pekerjaan bagi putra putri bangsa. Ombudsman republik indonesia membuka lowongan pekerjaan bagi putra putri bangsa yang berintegritas, cerdas, dan gigih untuk mengabdi, membangun karier dan mengawal pelayanan publik bebas dari maladministrasi. lowongan ini berakhir sampai 23 Novermber 2016. Info lebih lanjut kunjungi ombudsman dot go dot id.

Lowongan pekerjaan pegawai
lowongan pekerjaan nasional
lowongan pekerjaan di pemerintahan
lowongan pekerjaan

Monday, November 7, 2016

Latihan ulangan semester gasal matematika 2016

Selamat berkunjung di sharematika. Berjumpa lagi dengan sharematika, blog yang membahas materi matematika lengkap mulai dari materi matematika sd, materi matematika smp, materi matematika sma dan materi matematika perguruan tinggi. 
Pada kesempatan kali ini sharematika akan berbagi materi dengan judul latihan ulangan semester gasal matematika kelas vii tahun ajaran 2016/2017. latihan soal semester kali ini terdiri dari lima soal dilengkapi dengan jawaban. Berikut di bawah ini adalah contoh latihan ulangan semester gasal matematika kelas vii, selamat belajar!




Demikian materi latihan ulangan semester gasal pelajaran matematika. selamat belajar.
jangan lupa like fb sharematika, dan like g+ sharematika. :)
Jika ada yang ingin ditanyakan bisa ditanyakan dibagian komentar.

Monday, August 1, 2016

Membuat Pedoman Penskoran

       Dalam Permendiknas No 16 Tahun 2007 tentang Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Guru dinyatakan bahwa salah satu kompetensi inti guru adalah menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Kompetensi inti tersebut dijabarkan dalam tujuh kompetensi, yaitu: 1) memahami prinsip-prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, 2) menentukan aspek-aspek proses dan hasil belajar yang penting untuk dinilai dan dievaluasi sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu, 3) menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, 4) mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar, 5) mengadministrasikan penilaian proses dan hasil belajar secara berkesinambungan dengan mengunakan berbagai instrumen, 6) menganalisis hasil penilaian proses dan hasil belajar untuk berbagai tujuan, dan 7) melakukan evaluasi proses dan hasil belajar.
 
     Memperhatikan tuntutan kompetensi guru pada Permendiknas di atas, dapat diketahui bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. Kompetensi ini tidak terpisah dengan kompetensi lainnya. Kompetensi ini sangat penting untuk mendapatkan keakuratan dan keadilan penilaian pada siswa. Hanya dengan instrumen penilaian yang baik, guru dapat memperoleh hasil penilaian yang baik. Instrumen penilaian yang baik harus dilengkapi ketentuanketentuan yang diperlukan untuk menentukan skor perolehan siswa. Ketentuan-ketentuan inilah yang dikenal dengan pedoman penskoran. Pedoman penskoran diperlukan sebagai pedoman menentukan skor hasil kerja siswa sehingga diperoleh skor seobjektif mungkin. Oleh karena itu, penting bagi guru mempelajari dengan baik pedoman penskoran serta langkah mengembangkannya sehingga hasil penilaian yang diperoleh lebih akurat dan berkeadilan.
     Selanjutnya mengenai pedoman penskoran dapat di unduh disini >>> Download Pedoman Penskoran.

Sumber : PPPPTK Matematika

Kata Kunci :
Penskoran
Penskoran tes pilihan
Penskoran tes uraian
Pedoman penskoran penelitian 
Pedoman penskoran penelitian kuantitaf
Pedoman penskoran penelitian kualitatif
Pedoman penskroran Penelitian Tindakan Kelas.

Tuesday, November 3, 2015

Rpp matematika kelas vii kurikulum 2013



Rencana pelaksanaan pembelajaran matematika kelas XII  materi segi empat dan segitia. di bawah ini merupakan contoh rpp kelas matematika kelas vii materi segi empat kurikulum 2013. jika ada kritik atau saran bisa kirimkan dibagian komentar.





RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Sekolah                       :
Mata Pelajaran            : Matematika
Kelas/Semester            : Tujuh/ II
Alokasi Waktu            :
Pertemuan 1 : (2x 40 menit)
Pertemuan  2: (3x40 menit)


A.      KOMPETENSI INTI (KI)
1.      Menghargai dan menghayati ajaran Agama yang dianutnya.
2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli ( toleransi, gorong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif, dengan lingkungan sosial, dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.       KOMPETENSI DASAR dan INDIKATOR
1.1       Menghargai dan menghayati ajaran Agama yang dianutnya.
2.3       Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya teman dalam  interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari.
3.8       Menaksir dan menghitung luas permukaan bangun datar yang tidak beraturan dengan menerapkan prinsip-prinsip geometri.
INDIKATOR
3.8.1   Dapat menaksir luas permukaan dengan menerapkan prinsip-prinsip geometri
3.8.2   Dapat menghitung luas permukaan dengan menerapkan prinsip-prinsip  geometri
4.7       Menyelesaikan permasalahan  nyata terkait penerapan sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan layang-layang.
INDIKATOR
4.7.1   Dapat menyelesaikan permasalahan nyta terkait penerapan sifat-sifat persegi panjang
4.7.2   Dapat menyelesaikan permasalahan terkait sifat-sifat trapesium
4.7.3   Dapat menyelesaikan permasalahan terkait jajargenjang
4.7.4   Dapat menyelesaikan permasalahan terkait belah ketupat
4.7.5   Dapat menyelesaikan permasalahan terkait layang-layang.


C.      TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Siswa dapat menaksir dan menghitung luas permukaana bangun datar yang tidak beraturan dengan menerapkan prinsip-prinsip geometri.
2.      Siswa dapat menyelesaikan permasalahan nyata terkait penerapan sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat, dan layang-layang.


D.      MODEL PEMBELAJARAN
Model Problem Based Learning

E.       ALAT, Media DAN SUMBER PEMBELAJARAN
1.      Laptop, LCD, Power Point, Buku matematika kurikulum 2013 kelas VII (DEPDIKNAS)

Rpp matematika kelas vii kerikulum 2013 materi segi empat selengkapnya dapat di download, dengan klik disini.

semoga rpp matematika kelas vii semester 2 kurikulum 2013 materi segi empat dan segi tiga diatas bermanfaat. selamat bekerja dan semoga sukus bersama.
 

Friday, August 21, 2015

Membuat soal matematika yang berkualitas

Tips membuat soal yang berkualitas atau triks membuat soal matematika yang berkualitas atau cara membuat soal yang berkualitas. Kualitas pendidikan Indonesia sampai saat ini masih banyak menuai pertanyaan, terutama mengenai kualitasnya. Kualitas pendidikan biasanya dilakukan dengan cara mendesain pokok-pokok pembelajaran kepada siswa agar mampu melahirkan lulusan atau output sumber daya manusia yang juga berkualitas.

Salah satu mekanisme dalam mencapai tujuan kualitas pendidikan adalah melalui pengujian terhadap siswa didik dengan berbagai macam bentuk tugas dan ujian, baik setingkat kelas, sekolah, hingga tingkat nasional melalui Ujian Nasional (UN). Bentuk-bentuk pengujian terhadap siswa pun beranekaragam, mulai dari penyajian soal uji konvensional hingga soal uji berbasis teknologi (seperti sistem scanner UN). Namun, bila diamati kebanyakan soal uji tersebut setiap tahunnya kurang begitu luwes dan up date serta kurang mampu menggalih kreativitas siswa didik dalam menempuh hasil capaian uji yang optimal. Salah satu yang sering mencolok adalah pada mata uji ilmu eksakta, misalnya matematika, fisika, kimia dan sejenisnya.
Untuk itu, mari kita ulas secara khusus mengenai tipe soal uji, misalnya mata pelajaran matematika.
(1) Banyak kalangan yang menilai dan menganalisis bahwa soal-soal uji yang diberikan kepada siswa didik dalam dari tahun ke tahun mengalami stagnan. Artinya, masih ada saja soal yang "terpaksa" diujikan kembali pada periode-periode berikutnya dengan cara copy and paste soal periode sebelumnya. Dan agar terlihat unik dan baru, para pembuat soal biasanya hanya mengganti angka termasuk jawabannya saja. Hal ini kemungkinan besar agar aspek efisiensi waktu tercapai. Tetapi, baik kemampuan pembuat soal maupun siswa didik akan cenderung konstan dengan hanya diberi soal yang sama persis hanya berbeda angkanya saja. Ini menyebabkan penggalihan kreativitas pembuat soal dalam membuat soal - soal yang baru akan menurun. Hal yang sama juga akan terjadi pada siswa didik, meskipun mereka merasa senang, gembira, soal yang mereka pelajari muncul dalam ujian tetapi aspek perkembangan berpikir mereka akan stagnan alias tak berkembang.

(2) Berdasarkan pengalaman, beberapa soal uji matematika juga kurang bermutu ditinjau dari aspek penentuan opsional (jika bentuknya soal pilihan ganda). Kebanyakan pembuat soal kurang mampu membuat soal sedemikian rupa sehingga opsional jawaban yang tepat secara mudah dapat diperoleh oleh siswa didik saat ujian. misalnya soal berikut :

Kurang bermutu

Jika diketahui kubus dengan sisi sepanjang 1,9 cm, maka volume kubus tersebut adalah...(dalam cm kubik)

(a) 6,859

(b) 1,712

(c) 3,467

(d) 2,816

Nah, soal semacam ini kurang bermutu sebab dalam perhitungan sederhana saja, siswa didik akan mampu dengan cepat menjawab opsi yang benar. Sekali lagi, penekanan ulasan ini bukan bermaksud untuk mempersulit siswa didik, tetapi bagaimana membuat soal itu memang benar-benar menjadikan siswa didik berkualitas dalam keilmuan eksaktanya. Soal tersebut secara mudah dijawab dengan hanya mengalikan angka 9 pada digit akhir, yaitu 9 x 9 x 9 = 729. Digit terakhirnya adalah 9 sehingga otomatis opsi yang tepat adalah (a).

Seharusnya pembuatan soal agar lebih berbobot dan bermutu diubah dengan alternatif berikut :

(1) Buat semirip mungkin setiap opsi jawaban

Jika diketahui kubus dengan sisi sepanjang 1,9 cm, maka volume kubus tersebut adalah...(dalam cm kubik)

(a) 6,859

(b) 6,759

(c) 6,659

(d) 6,559

(2) Ubah soal dengan sedikit pemelintiran

Jika diketahui kubus dengan sisi diagonal sepanjang [1,9 akar 3] cm, maka volume kubus tersebut adalah...(dalam cm kubik)

(a) 6,859

(b) 6,759

(c) 6,659

(d) 6,559

(3) Buatlah opsi yang sama, hanya berbeda letak komanya

Jika diketahui kubus dengan sisi sepanjang 1,9 cm, maka volume kubus tersebut adalah...(dalam cm kubik)

(a) 6,859

(b) 68,59

(c) 6,789

(d) 67,89

(4) Buat opsional yang juga memerlukan kreativitas

Jika diketahui kubus dengan sisi sepanjang 1,9 cm, maka volume kubus tersebut adalah...(dalam cm kubik)

(a) 6859 : 1000

(b) 6759 : 1000

(c) 6659 : 1000

(d) 6559 : 1000

atau ubah satuan setiap opsi
Jika diketahui kubus dengan sisi sepanjang 1,9 cm, maka volume kubus tersebut adalah...

(a) 6,859 cm kubik

(b) 68,59 dm kubik

(c) 0,6859 mm kubik

(d) 0,06859 m kubik

(5) Buat soal berantai tetapi berbeda kasus

Sebuah kubus memiliki panjang diagonal ruang sebesar [3 akar 3] cm. Jika dua kali panjang kubus tersebut sama dengan panjang sisi sebuah persegi, maka keliling persegi adalah...(cm)

(a) 21

(b) 22

(c) 23

(d) 24

Demikian sedikit trik membuat tipe soal yang baru dalam bidang matematika.

Mathematics is fun !!!...have a nice day..


by. joko ade nursiyono
kompasiana dot com

Sunday, June 14, 2015

Definisi Koneksi matematika

Pengertian Koneksi Matematika
Menurut National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) tahun 1989, koneksi matematika merupakan bagian penting yang harus mendapatkan penekanan di setiap jenjang pendidikan. Koneksi matematika adalah keterkaitan antara topik matematika, keterkaitan antara matematika dengan disiplin ilmu yang lain dan keterkaitan matematika dengan dunia nyata atau dalam kehidupan sehari–hari. Namun dalam kenyataannya, kurikulum matematika umumnya dipandang sebagai kumpulan sejumlah topik sehingga masing–masing topik cenderung diajarkan secara terpisah. Hal ini tentu saja membuat siswa harus mengingat konsep yang terlalu banyak dan tidak mengenali prinsip–prinsipumum yang relevan dengan berbagai bidang. Oleh karena itu, kurikulum hendaknya membantu siswa untuk dapat melihat bagaimana ide–ide matematika saling berkaitan. Apabila ide
matematika dikaitkan dengan pengalaman sehari–hari siswa maka tentunya siswa akan menghargai kegunaan matematika.
2.Ruang Lingkup dan Aspek Koneksi Matematika
Secara umum, ada dua tipe koneksi, yaitu :
1.Koneksi pemodelan
Koneksi pemodelan adalah hubungan antara situasi dengan masalah yang
dapat muncul di dunia nyata atau dalam disiplin ilmu lain dengan
representasi matematikanya.
2.Koneksi matematika
Koneksi matematika adalah hubungan antara dua representasi yang
ekuivalen dan antara proses penyelesaian dari masing–masing representasi.
2
Gambar :
Koneksi pemodelan
Koneksi matematika
Contohnya : jika suatu situasi masalah memiliki koneksi pemodelan dengan
persamaan aljabar dan grafik, maka representasi aljabar memiliki koneksi
matematika dengan representasi grafik. Koneksi matematika juga terjadi
antara proses perhitungan aljabar dengan analisis grafik yang menghasilkan
penyelesaian yang sama.
Menurut Coxford (1995:4), terdapat tiga aspek yang berkaitan
dengan koneksi matematika, yaitu :
1.Penyatuan tema–tema
Penyatuan tema–tema seperti perubahan (change), data dan bentuk (shape)
dapat digunakan untuk menarik perhatian terhadap sifat dasar matematika
yang saling berkaitan. Gagasan tentang perubahan dapat menjadi
penghubung antara aljabar, geometri, matematika diskrit dan kalkulus.
Misalnya : bagaimana kaitan antara laju perubahan tetap dengan garis dan
persamaan garis ?. Bagaimana keliling suatu bangun datar dapat berubah
ketika bangun datar tersebut ditranformasikan ? Apakah artinya laju
perubahan sesaat dari suatu fungsi di suatu titik ?. Setiap pertanyaan
tersebut memberikan kesempatan untuk mengaitkan topik–topik
matematika dengan menghubungkannya melalui tema perubahan. Tema
lain yang memberikan kesempatan yang luas untuk membuat koneksi
matematika adalah data. Misalnya data berpasangan menjadi konteks dan
motivasi untuk mempelajari fungsi linear karena data berpasangan sering
ditampilkan dengan grafik fungsi. Selain itu, bentuk adalah tema lain yang
Situasi Masalah
Representasi 1 Representasi 2
Penyelesaian
3
dapat digunakan untuk memperlihatkan koneksi. Sebagai contoh : bentuk
kurva berkaitan dengan karakteristik datanya.
2.Proses matematika
Proses matematika meliputi : representasi, aplikasi, problem solving dan
reasoning. Empat kategori aktivitas ini akan terus berlangsung selama
seseorang mempelajari matematika. Agar siswa dapat memahami konsep
secara mendalam, mereka harus dapat membuat koneksi di antara
representasi. Aktivitas aplikasi, problem solving dan reasoning
membutuhkan berbagai pendekatan matematika sehingga siswa dapat
menemukan koneksi. Sebagai contoh : untuk mencari turunan dengan
menggunakan definisi fungsi, siswa harus mengaplikasikan limit dan
komposisi fungsi. Komposisi fungsi dengan polinom berderajat besar
melibatkan ekspansi binomial, yang koefisiennya dapat diperoleh melalui
perhitungan kombinatorik. Aktivitas problem solving seperti pencarian nilai
optimum melibatkan pemodelan, representasi aljabar atau kalkulus.
Sedangkan aktivitas reasoning seperti pembuktian rumus–rumus turunan.
3.Penghubung–penghubung matematika
Fungsi, matriks, algoritma, variabel, perbandingan dan transformasi
merupakan ide–ide matematika yang menjadi penghubung ketika
mempelajari topik–topik matematika dengan spektrum yang luas.
3.Tujuan Koneksi Matematika
Adapun tujuan koneksi matematika menurut NCTM (1989:146)
adalah agar siswa dapat :
1.Mengenali representasi yang ekuivalen dari suatu konsep yang sama.
2.Mengenali hubungan prosedur satu representasi ke prosedur representasi
yang ekuivalen.
3.Menggunakan dan menilai koneksi beberapa topik matematika.
4.Menggunakan dan menilai koneksi antara matematika dan disiplin ilmu
yang lain.

Pengertian matematika menurut para ahli

Kata matematika berasal dari perkataan Latin mathematika yang mulanya diambil dari perkataan Yunani mathematike yang berarti mempelajari. Perkataan itu mempunyai asal katanya mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu (knowledge, science). Kata mathematike berhubungan pula dengan kata lainnya yang hampir sama, yaitu mathein atau mathenein yang artinya belajar (berpikir). Jadi, berdasarkan asal katanya, maka perkataan matematika berarti ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir (bernalar). Matematika lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran), bukan menekankan dari hasil eksperimen atau hasil observasi matematika terbentuk karena pikiran-pikiran manusia, yang berhubungan dengan idea, proses, dan penalaran (Russeffendi ET, 1980 :148). Matematika terbentuk dari pengalaman manusia dalam dunianya secara empiris. Kemudian pengalaman itu diproses di dalam dunia rasio, diolah secara analisis dengan penalaran di dalam struktur kognitif sehingga sampai terbentuk konsep-konsep matematika supaya konsep-konsep matematika yang terbentuk itu mudah dipahami oleh orang lain dan dapat dimanipulasi secara tepat, maka digunakan bahasa matematika atua notasi matematika yang bernilai global (universal). Konsep matematika didapat karena proses berpikir, karena itu logika adalah dasar terbentuknya matematika.
Pada awalnya cabang matematika yang ditemukan adalah Aritmatika atau Berhitung,
Aljabar, Geometri setelah itu ditemukan Kalkulus, Statistika, Topologi, Aljabar Abstrak, Aljabar
Linear, Himpunan, Geometri Linier, Analisis Vektor, dll.


Beberapa Definisi Para Ahli Mengenai Matematika antara lain :
1. Russefendi (1988 : 23)
Matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil di mana dalil-dalil setelah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.
2. James dan James (1976).
Matematika adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsepkonsep yang berhubungan satu dengan lainnya. Matematika terbagi dalam tiga bagian besar yaitu aljabar, analisis dan geometri. Tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa matematika terbagi menjadi empat bagian yaitu aritmatika, aljabar, geometris dan analisis dengan aritmatika mencakup teori bilangan dan statistika.
3. Johnson dan Rising dalam Russefendi (1972)
Matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan,pembuktian yang logis, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. Matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasi, sifat-sifat dalam teori-teori dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur yang tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya adalah ilmu tentang keteraturan pola atau ide, dan matematika itu adalah suatu seni, keindahannya terdapat pada keterurutan dan keharmonisannya.
4. Reys - dkk (1984)
Matematika adalah telaahan tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.
5. Kline (1973)
Matematika itu bukan pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam.

Sumber : Hakikat matematika dan pembelajaran matematika di SD