Kumpulan jurnal gratis pdf

Free International Journal pdf

Free jurnal Pendidikan Indonesia :
Panduan mendapatkan e-journal gratis dari program DIKTI :
 Panduan-e-journal gratis dari dikti

Jurnal pendidikan gratis (PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR)

PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR adalah judul dari postingan kali ini. PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR adalah salah satu judul yang ada dalam jurnal pendidikan (Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 12 No. 1, April 2011). sebelum sharematika berbagi jurnal tentang pengaruh motivasi belajar siswa terhadap prestasi belajar ipa disekolah dasar alangkah baiknya sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika, blog yang membahas semua tentang matematika. pada kesempatan kali ini sharematika akan berbagi jurnal pendidikan gratis (PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR).
Bagi yang membutuhkan langsung saja download jurnal pendidikan gratis dibawah ini :
download :PENGARUH MOTIVASI BELAJAR SISWA TERHADAP PESTASI BELAJAR IPA DI SEKOLAH DASAR, klik disini

Abstract
Motivation is one of the several things which determine the successful of the student
learning activity. Without motivation, learning process is difficult to achieve optimum success. The
use of the principle of motivation is something essential in the learning and education process. This
article is thrilled to investigate the influence of learning motivation to the student science performance.
This correlation descriptive study was conducted as a case study on elementary school fourth grade
students and the objective was to describe the level of influence of student’s motivation toward
science performance. A total of 26 fourth grade students at Tarumanagara Elementary School District
Tawang are used as a sample. Data was collected using a questionnaire as an instrument of learning
motivation variables and test results as the average student achievement variable. Results of data
processed with statistical calculations and the average correlation performed using SPSS 16.0. Results
showed that on average, learning motivation and science learning performance of students achieve
good interpretation. The Influence of student’s learning motivation showed significant high correlation
and donate the influence of 48.1% on student’s science performance.
Keywords: Learning Motivation, Science Performance.

Abstrak:
 Motivasi adalah salah satu hal yang berpengaruh pada kesuksesan aktifitas pembelajaran
siswa. Tanpa motivasi, proses pembelajaran akan sulit mencapai kesuksesan yang optimum. Artikel
ini ditujukan untuk menyelidiki pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA siswa. Penelitian
korelasi deskriptif ini dilakukan sebagai studi kasus terhadap siswa kelas empat Sekolah Dasar dan
tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan level dari pengaruh motivasi siswa terhadap
prestasi belajar IPA. Terdapat total 26 siswa kelas empat Sekolah Dasar dari SD Tarumanagara
kecamatan Tawang, Tasikmalaya yang dijadikan sample dalam penelitian ini. Data-data dikumpulkan
melalui questionare instrument dari variable motivasi belajar dan juga hasil test siswa sebagai variable
rata-rata pencapaian siswa. Hasil dari data-data diproses melalui perhitungan statistic dan korelasi
rata-rata, didapat melalui penggunaan SPSS 16.0. Data menunjukkan interprestasi tingkat reliabilitas
tinggi besarnya pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPA adalah sebesar 48,1%.
Keywords:Motivasi belajar, Prestasi belajar IPA


JURNAL PENDIDIKAN gratis pdf (PENELITIAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN BERDASARKAN PENDEKATAN SISTEM )

JURNAL PENDIDIKAN. Vol. 12, No. 2, Desember 2006 :152 -163 adalah judul dari postingan kali ini. sebelum sharematika berbagi jurnal pendidikan gratis pdf alangkah baiknya sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika blog yang membahas semua tentang matematika. kali ini sharematika membahas tentang jurnal pendidikan gratis pdf yaitu JURNAL PENDIDIKAN. Vol. 12, No. 2, Desember 2006 :152 -163. silahkan langsung saja download jurnal pendidikan gratis pdf dibawah ini :
download jurnal pendidikan gratis pdf, klik disini

salah satu judul dalam jurnal : PENELITIAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
BERDASARKAN PENDEKATAN SISTEM 

abstract
Dunia pendidikan tidak pemah bebas dari masalah, baik yang bersifat makro, maupun
mikro, meliputi masalah kuantitas, kualitas, relevansi, efektivitas dan efisiensi. Pemecahan
masalah pendidikan secara tepat harus didasarkan pada pendekatan ilmiah dengan menerapkan
pengetahuan ilmiah yang berkaitan dengan masalah pendidikan. Pengetahuan ilmiah berfungsi
mendeskripsikan, menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol. Pengkajian penelitian teknologi
pembelajaran berdasarkan pendekatan sistem ditinjau dari konsep pendekatan sistem atau
berpikir sistem, Variabel pembelajaran dalam penelitian pembelajaran dan penerapan berpikir
sistem pada penelitian pembelajaran. Kesimpulannya, untuk mewujudkan tujuan pendidikan
perlu dilakukan suatu penelitian. Konsep berpikir sistem dalam menelaah masalah penelitian
hirus melihat masalah secara keseluruhan dengan menentukan faktor-faktor yang terkait.
Pembelajaran dapat dipandang sebagai suatu sistem karena terdapat komponen-komponen yang
sering berkaitan dalam mencapai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
Kata kunci : Penelitian, Pembelajaran, Pendekatan Siswa

selengkapnya tentang isi jurnal pendidikan gratis pdf langsung download saja : penelitian teknologi pembelajaran berdasarkan pendekatan sistem, klik disini

Journal of Research in Innovative Teaching vol 7

Journal of Research in Innovative Teaching vol 7 adalah judul dari postingan kali ini. sebelum sharematika berbagi jurnal gratis, alangkah baiknya sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika blog yang membahas semua tentang matematika. kali ini sharematika akan berbagi jurnal gratis yaitu : Journal of Research
in Innovative Teaching.
bagi yang membutuhkan jurnal international gratis bisa langsung download, klik disini.
dibawah ini adalah daftar isi jurnal gratis international

Table of Contents
Editor’s Column ......................................................................................................................... iii
Research at National University
Peter Serdyukov, Huda Makhluf
Growing National University Research Culture: Goals and Steps .............................................. 2
Educators’ Perspectives
Marius Boboc, R. D. Nordgren
Modern and Post-Modern Teacher Education: Revealing Contrasts in Basic
Educational Beliefs and Practice ................................................................................................ 14
Kevin Celuch, Bryan Bourdeau, Jack Smothers
Thinking Innovatively about Teaching Innovation and Ideation: Getting Students
to Think Differently ................................................................................................................... 27
Cynthia Schubert-Irastorza, Dee L. Fabry
Job Satisfaction, Burnout and Work Engagement in Higher Education: A Survey of
Research and Best Practices ....................................................................................................... 37
Enid Acosta-Tello, Carol Shepherd
Equal Access for All Learners: Differentiation Simplified ........................................................ 51
Brian Tilley
The Elephant in the Room: Issues with Graduate Student Behavior and the Potential
Link to Large Class Sizes .......................................................................................................... 58
Teaching Subject Matter
Roberta C. Anderson, Gordon W. Romney
Student Experiential Learning of Cyber Security through Virtualization ................................. 72
Olena Scafa
Heuristically Oriented Systems of Problems in Teaching Mathematics ................................... 85
Gordon W. Romney, Baird W. Brueseke
Merging the Tower and the Cloud through Virtual Instruction: The New Academy
of Distance Education ................................................................................................................ 93
ii
Web-based Learning
Steven Brownson
Embedding Social Media Tools in Online Learning Courses .................................................. 112
Thomas J. Francl
Is Flipped Learning Appropriate? ............................................................................................. 119
Assessment and Evaluation
Dilani M. Perera-Diltz, Jeffry L. Moe
Formative and Summative Assessment in Online Education .................................................. 130
S. R. Subramanya
Toward a More Effective and Useful End-of-Course Evaluation Scheme ............................... 143
Book Review
Larry Powell
Innovative Educational Leadership Through a Cycle of Change

Selengkapnya tentang isi jurnal, bisa langsung didownload jurnal gratis international pdf, klik disini.

journal of research in innovative teaching volume 5

journal of research in innovative teaching volume 5 adalah judul dari postingan  kali ini. sebelum sharematika berbagi journal of research in innovative teaching volume 5, alangkah baiknya sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika blog yang membahas semua tentang matematika, berhubung penulis blog ini sedang skripsi jadi sharematika banyak menuliskan tentang kebutuhan skripsi seperti jurnal pendidikan gratis dan jurnal international gratis.
langsung saja download : journal of research in innovative teaching volume 5, klik disini.

Table of Contents

Editor’s Column v

General Issues 1

  • Kenneth D. Fawson (Impact of the Global Recession on Public vs. Private Universities: The Winners and Losers)
  • R.D. Nordgren (Why Schooling? The Collaborative Perceptions of Education Students Regarding the Purpose of Public Education Web-based Learning)
  • Jodi Reeves, Mohammad Amin, Marcos Turqueti, and Pradip Peter Dey (Improving Laboratory Effectiveness in Online and Onsite Engineering Courses at National University)
  • Lynne Anderson and John Cartafalsa Learning and Teaching Quality Preferences for e-Learning
  • Dee L. Fabry (Using Student Online Course Evaluations to Inform Pedagogy 
  •  
  • Michael P. Myers and Patric M. Schilt (Use of Elluminate in Online Teaching of Statistics in the Health Sciences)
  • Donald A. Schwartz (Effectiveness of Learning in Online Versus On-Campus Accounting Classes: A Comparative Analysis)
  • Cynthia Sistek-Chandler (Connecting the Digital Dots with Social Media Educational Technology Application)
  • Pradip Peter Dey, Gordon W. Romney, Mohammad Amin, Bhaskar Raj Sinha, Ronald F. Gonzales, and S. R. Subramanya (A Structural Analysis of Agile Problem Driven Teaching)
  • S.R. Subramanya (Enhancing Digital Educational Content Consumption ExperienceInstructional Methodology)
  • Patricia C. Skalnik and J. Robert Skalnik (Active Learning and Innovation in Marketing Education: A Case Review Oleg Tarnopolsks Experiential Learning of EFL for Professional Communication at Tertiary Educational Institutions
  •  Charles Tatum and Julia C. Lenel (A Comparison of Self-Paced and
Selengkapnya dari isi jurnal  : journal of research in innovative teaching volume 5, langsung download saja, klik disini


Journal educational technology and society

Journal educational technology and society adalah judul dari postingan kali ini. Sebelum sharematika berbagi jurnal educational technology and society alangkah baiknya sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika, blog yang membahas semua tentang matematika. kali ini sharematika berbagi jurnal pendidikan gratis.
Langsung saja download jurnal educational technology and society, klik disini.

Isi dari jurnal

Social Learning Analytics
Abstract
We propose that the design and implementation of effective Social Learning Analytics (SLA) present significant challenges and opportunities for both research and enterprise, in three important respects. The first is that the learning landscape is extraordinarily turbulent at present, in no small part due to technological drivers. Online social learning is emerging as a significant phenomenon for a variety of reasons, which we review, in order to motivate the concept of social learning. The second challenge is to identify different types of SLA and their associated technologies and uses. We discuss five categories of analytic in relation to online social learning; these analytics are either inherently social or can be socialised. This sets the scene for a third challenge, that of implementing analytics that have pedagogical and ethical integrity in a context where power and control over data are now of primary importance. We consider some of the concerns that learning analytics provoke, and suggest that Social Learning Analytics may provide ways forward. We conclude by revisiting the drivers and trends, and consider future scenarios that we may see unfold as SLA tools and services mature.

Integrating Data Mining in Program Evaluation of K-12 Online Education 
abstract
This study investigated an innovative approach of program evaluation through analyses of student learning logs, demographic data, and end-of-course evaluation surveys in an online K–12 supplemental program. The results support the development of a program evaluation model for decision making on teaching and learning at the K– 12 level. A case study was conducted with a total of 7,539 students (whose activities resulted in 23,854,527 learning logs in 883 courses). Clustering analysis was applied to reveal students’ shared characteristics, and decision tree analysis was applied to predict student performance and satisfaction levels toward course and instructor. This study demonstrated how data mining can be incorporated into program evaluation in order to generate in-depth information for decision making. In addition, it explored potential EDM applications at the K- 12 level that have already been broadly adopted in higher education institutions.

Translating Learning into Numbers: A Generic Framework for Learning Analytics
abstract
With the increase in available educational data, it is expected that Learning Analytics will become a powerful means to inform and support learners, teachers and their institutions in better understanding and predicting personal learning needs and performance. However, the processes and requirements behind the beneficial application of Learning and Knowledge Analytics as well as the consequences for learning and teaching are still far from being understood. In this paper, we explore the key dimensions of Learning Analytics (LA), the critical problem zones, and some potential dangers to the beneficial exploitation of educational data. We propose and discuss a generic design framework that can act as a useful guide for setting up Learning Analytics services in support of educational practice and learner guidance, in quality assurance, curriculum development, and in improving teacher effectiveness and efficiency. Furthermore, the presented article intends to inform about soft barriers and limitations of Learning Analytics. We identify the required skills and competences that make meaningful use of Learning Analytics data possible to overcome gaps in interpretation literacy among educational stakeholders. We also discuss privacy and ethical issues and suggest ways in which these issues can be addressed through policy guidelines and best practice examples.

itulah salah tiga isi dari jurnal pendidikan teknologi dan sosial.
karena keterbatasan waktu penulis sehingga hanya bisa menuliskan 3 judul dan 3 abtract. untuk lebih lengkapnya dengan jurnal pendidikan teknologi dan sosial bisa langsung didownload, klik disini.








Developing an Approach for Learning Design Players jime submisssion

Developing an Approach for Learning Design Players jime submisssion adalah judul dari postingan kali ini. sebelum sharematika berbagi jurnal international gratis pdf : Developing an Approach for Learning Design Players jime submisssion alangkah baiknya sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika, blog yang membahas semua tentang matematika. berhubung penulis sedang melakukan skripsi, maka akhir-akhir ini postingan di sharematika menjadi berisi kebutuhan kebutuhan skripsi saya, termasuk jurnal international : Developing an Approach for Learning Design Players jime submisssion dan jurnal indonseia sebagai literatus karya ilmiah dan referensi skripsi. dibawah ini adalah jurnal international : Developing an Approach for Learning Design Players jime submisssion, klik disini untuk mendownloadnya.

Pembahasan tentang Penelitian Tindakan Kelas ( PTK )

Pembahasan tentang sebagian besar penelitian tindakan kelas atau biasa kita sebut ptk adalah judul dari postingan kali ini, sebelum sharematika berbagi tentang apa yang dimaksud dengan ptk, apa ciri-ciri dari ptk, apa syarat-syarat agar ptk berhasil, apa yang dapat dicapai dari penelitian tindakan kelas, dan kriteria dalam penelitian tindakan kelas dan sebagianya, alangkah baiknya sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika blog yang membahas semua tentang matematika, berhubung saya sedang skripsi jadi saya akhir-akhir ini sering memposting ptk, jurnal pendidikan, contoh skripsi, metodologi penelitian dll. dan pada kesempatan kali ini sharematika akan berbagi tentang penelitian tindakan kelas.
silahkan yang mau download ful tentang penelitian tindakan kelas atau ptk, klik disini.
dan dibawah ini adalah previewnya.
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Oleh : Prof. Dr. Suwarsih Madya
Bagian I
Pendahuluan
Anda adalah guru yang sudah banyak jam terbangnya, bukan? Pasti Anda punya banyak
pengalaman, baik manis maupun pahit, dalam mengajar. Pengalaman manis dapat Anda
rasakan ketika siswa-siswa Anda berhasil meraih prestasi, yang sebagian merupakan
kontribusi Anda. Dan, Anda pasti menginginkan siswa-siswa Anda selalu berhasil meraih
prestasi terbaik. Namun, mungkin keinginan Anda yang mulia tersebut lebih sering tidak
tercapai karena berbagai alasan. Misalnya, mungkin Anda sering menemukan siswasiswa
tidak bersemangat, kurang termotivasi, kurang percaya diri, kurang disiplin, kurang
bertanggung jawab dsb. Pasti Anda sudah melakukan upaya untuk mengatasinya, tetapi
mungkin hasilnya masih jauh dari yang Anda inginkan.
Dan Anda masih ingin mengatasi masalah-masalah yang Anda temukan di kelas,
bukan? Mengapa tidak mencoba mengatasinya lewat suatu kegiatan penelitian tindakan?
Mendengar kata ’penelitian’ mungkin Anda ingat pengalaman pahit ketika dulu meneliti
untuk skripsi Anda karena harus mengembangkan instrumen yang berkali-kali direvisi
atas saran dosen pembimbing, harus minta ijin ke sana ke sini, harus terjun ke lapangan
menemui responden, yang tidak selalu menyambut dengan ramah kedatangan Anda,
harus kecewa karena angket tidak semua dikembalikan, harus menganalisis data dan
seirng tersandung masalah statistik, dan setelah analisis selesai, harus kecewa karena
hasilnya tidak selalu siap dipraktikkan di dunia nyata. dsb. Singkatnya, kegiatan
penelitian tidak mudah karena pertanggungjawaban teoretisnya cukup berat.
Anda tidak perlu mengalami itu semua ketika Anda melakukan penelitian
tindakan. Mengapa? Karena jenis penelitian ini memang berbeda dengan jenis penelitian
lain. Kalau jenis penelitian lain layaknya dilakukan oleh para ilmuwan di kampus atau
lembaga penelitian, penelitian tindakan layaknya dilakukan oleh para praktisi, termasuk
Anda sebagai guru. Kalau jenis penelitian lainnya untuk mengembangkan teori,
penelitian tindakan ditujukan untuk meningkatkan praktik lapangan. Jadi penelitian
tindakan adalah jenis penelitian yang cocok untuk para praktisi, termasuk guru.
Mari kita bicarakan hal ikhwal tentang penelitian tindakan. Kalau Anda pernah
mempelajarinya, pembicaraan ini berfungsi untuk menyegarkan kembali atau
memperkaya apa yang telah Anda ketahui. Kalau Anda belum tahu banyak, lewat
pembicaraan ini Anda akan mengenalnya, memahaminya, dan akhirnya berminat untuk
melaksanakannya, untuk mencapai cita-cita Anda yang mulia, yaitu meningkatkan
keberhasilan mendidik, mengajar dan melatih murid-murid Anda, yang akan memberikan
sumbangan yang signifikan pada peningkatkan kualitas pendidikan nasional. Seperti
tercantum dalama UU No. 20/2003 tentang Sisdiknas, Pasal 3, pendidikan nasional
befungsi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, yang merupakan salah satu tujuan
kemerdekaan bangsa kita, seperti dinyatakan pada alinea keempat Pembukaan UUD
1945. Oleh sebab itu, upaya Anda untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas
merupakan amalan mulia karena memberikan kontribusi dalam mengisi kemerdekaan
yang telah direbut lewat pengorbanan yang tidak sedikit.
Mari kita menyamakan pemahaman tentang apa yang dimaksud dengan penelitian
tindakan kelas (PTK).
Apa yang Dimaksud dengan PTK dan Apa Ciri-cirinya?
Karena penelitian tindakan cocok untuk para praktisi yang bergelut dengan
dunia nyata, maka ia cocok untuk Anda sebagai guru. Anda mungkin heran kenapa
istilah ’penelitian’ yang biasanya berkenaan dengan teori sekarang dijodohkan
dengan istilah ’tindakan’. Keheranan Anda tidak berlebihan karena memang jenis
penelitian ini tergolong muda dibandingkan dengan penelitian tradisional yang telah
ratusan tahun dikembangkan. Uraian beberapa butir di bawah ini akan dapat
membantu Anda dalam memahami apa yang dimaksud dengan penelitian tindakan
(Silakan baca Burns, 1999: 30; Kemmis & McTaggrt, 1982: 5; Reason & Bradbury,
2001: 1).
Penelitian tindakan merupakan intervensi praktik dunia nyata yang ditujukan
untuk meningkatkan situasi praktis. Tentu penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru
ditujukan untuk meningkatkan situasi pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya
dan ia disebut ’penelitian tindakan kelas’ atau PTK.
Apakah kegiatan penelitian tindakan tidak akan mengganggu proses
pembelajaran? Sama sekali tidak, karena justru ia dilakukan dalam proses pembelajaran
yang alami di kelas sesuai dengan jadwal. Kalau begitu, apakah penelitian tindakan kelas
(PTK) bersifat situasional, kontekstual, berskala kecil, terlokalisasi, dan secara langsung
gayut (relevan) dengan situasi nyata dalam dunia kerja? Benar. Apakah berarti bahwa
subyek dalam PTK termasuk murid-murid Anda? Benar. Lalu bagaimana cara untuk
menjaga kualitas PTK? Apakah boleh bekerjasama dengan guru lain? Benar. Anda bisa
melibatkan guru lain yang mengajar bidang pelajaran yang sama, yang akan berfungsi
sebagai kolaborator Anda.
Karena situasi kelas sangat dinamis dalam konteks kehidupan sekolah yang
dinamis pula, apakah peneliti perlu menyesuaikan diri dengan dinamika yang ada? Benar.
Anda memang dituntut untuk adaptif dan fleksibel agar kegiatan PTK Anda selaras
dengan situasi yang ada, tetapi tetap mampu menjaga agar proses mengarah pada
tercapainya perbaikan. Hal ini menuntut komitmen untuk berpartisipasi dan kerjasama
dari semua orang yang terlibat, yang mampu melakukan evaluasi diri secara kontinyu
sehingga perbaikan demi perbaikan, betapapun kecilnya, dapat diraih. Kalau begitu,
apakah diperlukan kerangka kerja agar masalah praktis dapat dipecahkan dalam situasi
nyata? Benar. Tindakan dilaksanakan secara terencana, hasilnya direkam dan dianalisis
dari waktu ke waktu untuk dijadikan landasan dalam melakukan modifikasi.
Apa syarat-syarat agar PTK Anda berhasil?
Untuk dapat meraih perubahan yang diinginkan melalui PTK, apakah ada syaratsyarat
lain? Betul, silakan baca McNiff, Lomax dan Whitehead (2003). Pertama, Anda
dan kolaborator serta murid-murid harus punya tekad dan komitmen untuk meningkatkan
kualitas pembelajaran dan komitmen itu terwujud dalam keterlibatan mereka dalam
seluruh kegiatan PTK secara proporsional. Andil itu mungkin terwujud jika ada maksud
yang jelas dalam melakukan intervensi tersebut. Kedua, Anda dan kolaborator menjadi
pusat dari penelitian sehingga dituntut untuk bertanggung jawab atas peningkatan yang
akan dicapai. Ketiga, tindakan yang Anda lakukan hendaknya didasarkan pada
pengetahun, baik pengetahuan konseptual dari tinjauan pustaka teoretis, maupun
pengetahuan teknis prosedural, yang diperoleh lewat refleksi kritis dan dipadukan dengan
pengalaman orang lain dari tinjauan pustaka hasil penelitian tindakan), berdasarkan nilainilai
yang diyakini kebenarannya. Refleksi kritis dapat dilakukan dengan baik jika
didukung oleh keterbukaan dan kejujuran terhadap diri sendiri, khususnya kejujuran
mengakui kelemahan/kekurangan diri. Keempat, tindakan tersebut dilakukan atas dasar
komitmen kuat dan keyakinan bahwa situasi dapat diubah ke arah perbaikan. Kelima,
penelitian tindakan melibatkan pengajuan pertanyaan agar dapat melakukan perubahan
melalui tindakan yang disadari dalam konteks yang ada dengan seluruh kerumitannya.
Keenam, Anda mesti mamantau secara sistematik agar Anda mengetahui dengan mudah
arah dan jenis perbaikan, yang semuanya berkenaan dengan pemahaman yang lebih baik
terkadap praktik dan pemahaman tentang bagaimana perbaikan ini telah terjadi. Kutujuh,
Anda perlu membuat deskripsi otentik objektif (bukan penjelasan) tentang tindakan yang
dilaksanakan dalam riwayat faktual, perekaman video and audio, riwayat subjektif yang
diambil dari buku harian dan refleksi dan observasi pribadi, dan riwayat fiksional.
Kedelapan, Anda perlu memberi penjelasan tentang tindakan berdasarkan deskripsi
autentik tersebut di atas, yang mencakup (1) identifikasi makna-makna yang mungkin
diperoleh (dibantu) wawasan teoretik yang relevan, pengaitan dengan penelitian lain
(misalnya lewat tinjauan pustaka di mana kesetujuan dan ketidaksetujuan dengan pakar
lain perlu dijelaskan), dan konstruksi model (dalam konteks praktik terkait) bersama
penjelasannya; (2) mempermasalahkan deskripsi terkait, yaitu secara kritis
mempertanyakan motif tindakan dan evaluasi terhadap hasilnya; dan (3) teorisasi, yang
dilahirkan dengan memberikan penjelasan tentang apa yang dilakukan dengan cara
tertentu. Kesembilan,Anda perlu menyajikan laporan hasil PTK dalam berbagai bentuk
termasuk: (1) tulisan tentang hasil refleksi-diri, dalam bentuk catatan harian dan dialog,
yaitu percakapan dengan dirinya sendiri; (2) percakapan tertulis, yang dialogis, dengan
gambaran jelas tentang proses percakapan tersebut; (3) narasi dan cerita; dan (4) bentuk
visual seperti diagram, gambar, dan grafik. Kesepuluh, Anda perlu memvalidasi
pernyataan Anda tentang keberhasilan tindakan Anda lewat pemeriksaan kritis dengan
mencocokkan pernyataan dengan bukti (data mentah), baik dilakukan sendiri maupun
bersama teman (validasi-diri), meminta teman sejawat untuk memeriksanya dengan
masukan dipakai untuk memperbaikinya (validasi sejawat), dan terakhir menyajikan hasil
seminar dalam suatu seminar (validasi public). Perlu dipastikan bahwa temuan validasi
selaras satu sama lain karena semuanya berdasarkan pemeriksaan terhadap penyataan dan
data mentah. Jika ada perbedaan, pasti ada sesuatu yang masih harus dicermati kembali.
Apa yang dapat Dicapai lewat Penelitian Tindakan Kelas?
Pertanyaan ini dapat diubah menjadi, ”Kapan Anda secara tepat dapat melakukan
PTK?” Jawabnya: Ketika Anda ingin meningkatkan kualitas pembelajaran yang menjadi
tanggung jawab Anda dan sekaligus ingin melibatkan murid-murid Anda dalam proses
pembelajaran (lihat Cohen dan Manion, 1980). Dengan kata lain, Anda ingin
meningkatkan praktik pembelajaran, pemahaman Anda terhadap praktik tersebut, dan
situasi pembelajaran kelas Anda (Grundy & Kemmis, 1982: 84). Dapat dikatakan bahwa
tujuan utama PTK adalah untuk mengubah perilaku pengajaran Anda, perilaku muridmurid
Anda di kelas, dan/atau mengubah kerangka kerja melaksanakan pembelajaran
kelas Anda. Jadi, PTK lazimnya dimaksudkan untuk mengembangkan keterampilan atau
pendekatan baru pembelajaran dan untuk memecahkan masalah dengan penerapan
langsung di ruang kelas.
PTK berfungsi sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan
pembelajaran kelas. Di ruangan kelas, PTK dapat berfungsi sebagai (Cohen & Manion,
1980: 211): (a) alat untuk mengatasi masalah-masalah yang didiagnosis dalam situasi
pembelajaran di kelas; (b) alat pelatihan dalam-jabatan, membekali guru dengan
keterampilan dan metode baru dan mendorong timbulnya kesadaran-diri, khususnya
melalui pengajaran sejawat; (c) alat untuk memasukkan ke dalam sistem yang ada (secara
alami) pendekatan tambahan atau inovatif; (d) alat untuk meningkatkan komunikasi yang
biasanya buruk antara guru dan peneliti; (e) alat untuk menyediakan alternatif bagi
pendekatan yang subjektif, impresionistik terhadap pemecahan masalah kelas. Ada dua
butir penting yang perlu disebut di sini. Pertama, hasil penelitian tindakan dipakai sendiri
oleh penelitinya, dan tentu saja oleh orang lain yang menginginkannya. Kedua,
penelitiannya terjadi di dalam situasi nyata yang pemecahan masalahnya segera
diperlukan, dan hasil-hasilnya langsung diterapkan/dipraktikkan dalam situasi terkait.
Ketiga, peneliti tindakan melakukan sendiri pengelolaan, penelitian, dan sekaligus
pengembangan.
Kriteria dalam Penelitian Tindakan
Benarkah PTk harus memenuhi kriteria tertentu? Benar. Seperti layaknya
penelitian, PTK harus memenuhi kriteria validitas. Akan tetapi, makna dasar validitas
untuk penelitian tindakan condong ke makna dasar validitas dalam penelitian kualitatif,
yaitu makna langsung dan lokal dari tindakan sebatas sudut pandang peserta
penelitiannya (Erickson, 1986, disitir oleh Burns, 1999). Jadi kredibilitas penafsiran
peneliti dipandang lebih penting daripada validitas internal (Davis, 1995, disitir oleh
Burns, 1999). Karena PTK bersifat transformatif, maka kriteria yang cocok adalah
validitas demokratik, validitas hasil, validitas proses, validitas katalitik, dan validitas
dialogis, yang harus dipenuhi dari awal sampai akhir penelitian, yaitu dari refleksi awal
saat kesadaran akan kekurangan muncul sampai pelaporan hasil penelitiannya (Burns,
1999: 161-162, menyitir Anderson dkk,1994).
Validitas: demokratik, hasil, proses, katalitik, dan dialoguis
Validitas Demokratik berkenaan dengan kadar kekolaboratifan penelitian dan
pencakupan berbagai suara. Dalam PTk, idealnya Anda, guru lain/pakar sebagai
kolaborator, dan murid-murid Anda masing-masing diberi kesempatan menyuarakan apa
yang dipikirkan dan dirasakan serta dialaminya selama penelitian berlangsung.
Pertanyaan kunci mencakup: Apakah semua pemangku kepentingan (stakeholders) PTK
(guru, kolaborator, administrator, mahasiswa, orang tua) dapat menawarkan
pandangannya? Apakah solusi masalah di kelas Anda memberikan manfaat kepada
mereka? Apakah solusinya memiliki relevansi atau keterterapan pada konteks kelas
Anda? Semua pemangku kepentingan di atas diberi kesempatan dan/atau didorong lewat
berbagai cara yang cocok dalam situasi budaya setempat untuk mengungkapkan
pendapatnya, gagasan-gagasannya, dan sikapnya terhadap persoalan pembelajaran kelas
Anda, yang fokusnya adalah pencarian solusi untuk peningkatan praktik dalam situasi
pembelajaran kelas Anda. Misalnya, dalam kasus penelitian tindakan kelas untuk
meningkatkan kualitas proses pembelajaran bahasa Inggris, pada tahap refleksi awal
guru-guru yang berkolaborasi untuk melakukan penelitian tindakan kelas, siswa, Kepala
Sekolah, dan juga orang tua siswa, diberi kesempatan dan/atau didorong untuk
mengungkapkan pandangan dan pendapatnya tentang situasi dan kondisi pembelajaran
bahasa Inggris di sekolah terkait. Hal ini dilakukan untuk mencapai suatu kesepatakan
bahwa memang ada kekurangan yang perlu diperbaiki dan kekurangan tersebut perlu
diperbaiki dalam konteks yang ada, atau juga disebut kesepakatan tentang latar belakang
penelitian. Selanjutnya, diciptakan proses yang sama untuk mencapai kesepakatan
tentang masalah-masalah apa yang ada, yaitu identifikasi masalah, dan tentang masalah
apa yang akan menjadi fokus penelitian atau pembatasan masalah penelitian. Kemudian,
proses yang sama berlanjut untuk merumuskan pertanyaan penelitian atau merumuskan
hipotesis tindakan yang akan menjadi dasar bagi perencanaan tindakan, yang juga
dilaksanakan melalui proses yang melibatkan semua peserta penelitian untuk
mengungkapkan pandangan dan pendapat serta gagasan-gagasannya. Proses yang
mendorong setiap peserta penelitian untuk mengungkapkan atau menyuarakan
pandangan, pendapat, dan gagasannya ini diciptakan sepanjang penelitian berlangsung.
Validitas Hasil mengandung konsep bahwa tindakan kelas Anda membawa hasil
yang sukses di dalam konteks PTK Anda. Hasil yang paling efektif tidak hanya
melibatkan solusi masalah tetapi juga meletakkan kembali masalah ke dalam suatu
kerangka sedemikian rupa sehingga melahirkan pertanyaan baru. Hal ini tergambar dalam
siklus penelitian pada Gambar 1 di bawah, di mana ketika dilakukan refleksi pada akhir
tindakan pemberian tugas yang menekankan kegiatan menggunakan bahasa Inggris lewat
tugas ‘information gap’, ditemukan bahwa hanya sebagian kecil siswa menjadi aktif dan
sebagian besar siswa merasa takut salah, cemas, dan malu berbicara. Maka timbul
pertanyaan baru, ‘Apa yang mesti dilakukan untuk mengatasi agar siswa tidak takut
salah, tidak cemas, dan tidak malu sehingga dengan suka rela aktif melibatkan diri dalam
kegiatan pembelajaran?’ Hal ini menggambarkan bahwa pertanyaan baru timbul pada
akhir suatu tindakan yang dirancang untuk menjawab suatu pertanyaan, begitu
seterusnya sehingga upaya perbaikan berjalan secara bertahap, berkesinambungan tidak
pernah berhenti, mengikuti kedinamisan situasi dan kondisi. (Mohon dicermati uraian
masing-masing tahap dan kesinambungan masalah yang timbul). Validitas hasil juga
tergantung pada validitas proses pelaksanaan penelitian, yang merupakan kriteria
berikutnya.
Validitas Proses berkenaan dengan ‘keterpercayaan’ dan ‘kompetensi’, yang
dapat dipenuhi dengan menjawab sederet pertanyaan berikut: Mungkinkah menentukan
seberapa memadai proses pelaksanaan PTK Anda? Misalnya, apakah Anda dan
kolaborator Anda mampu terus belajar dari proses tindakan tersebut? Artinya, Anda dan
kolaborator secara terus menerus dapat mengkritisi diri sendiri dalam situasi yang ada
sehingga dapat melihat kekurangannya dan segera berupaya memperbaikinya. Apakah
peristiwa atau perilaku dipandang dari perspektif yang berbeda dan melalui sumber data
yang berbeda agar terjaga dari ancaman penafsiran yang ‘simplistik’ atau ‘rancu’?
Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris yang disebut di atas, para
peneliti dapat menentukan indikator kelas bahasa Inggris yang aktif, mungkin dengan
menghitung berapa siswa yang aktif terlibat belajar menggunakan bahasa Inggris untuk
berkomunikasi lewat tugas-tugas yang diberikan guru, dan berapa banyak bahasa Inggris
yang diproduksi siswa, yang bisa dihitung dari jumlah kata/kalimat yang diproduksi dan
lama waktu yang digunakan siswa untuk memproduksinya, serta adanya upaya guru
memfasilitasi pemelajaran siswa. Kemudian jika keaktifan siswa terlalu rendah yang
tercermin dalam sedikitnya ungkapan yang diproduksi, guru secara kritis merefleksi
bersama kolaborator untuk mencari sebab-sebabnya dan menentukan cara-cara
mengatasinya. Kalau diperlukan, siswa yang tidak aktif didorong untuk menyuarakan apa
yang dirasakan sehingga mereka tidak mau aktif dan siswa yang aktif diminta
mengungkapkan mengapa mereka aktif. Perlu juga ditemukan apakah ada perubahan
pada diri siswa sesuai dengan indikator bahwa para siswa berubah lewat tindakan
pertama berupa pemberian tugas ‘information gap’ dan tindakan kedua berupa
pembelakuan kriteria penilaian, dan perubahan pada diri guru dari peran pemberi
pengetahuan ke peran fasilitator dan penolong. Begitu seterusnya sehingga pemantauan
terhadap perubahan hendaknya dilakukan secara cermat dan disimpulkan lewat dialog
reflektif yang demokratik.
Perlu dicatat bahwa kompetensi peneliti dalam bidang terkait sangat menentukan
kualitas proses yang diinginkan dan tingkat kemampuan untuk melakukan pengamatan
dan membuat catatan lapangan. Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris
yang dicontohkan di atas, misalnya, kualitas proses akan sangat ditentukan oleh
wawasan, pengetahuan dan pemahaman sejati peneliti tentang (1) hakikat kompetensi
komunikatif, (2) pembelajaran bahasa yang komunikatif yang mencakup pendekatan
komunikatif bersama metodologi dan teknik-tekniknya, dan (3) karakteristik siswanya
(intelegensi, gaya belajar, variasi kognitif, kepribadian, motivasi, tingkat
perkembangan/pemelajaran) dan pengaruhnya terhadap pembelajaran bahasa asing. Jika
wawasan, pengetahuan dan pemahaman tersebut kuat, maka peneliti akan dapat dengan
lebih mudah menentukan perilaku-perilaku mana yang menunjang tercapainya perubahan
yang diinginkan dengan indikator yang tepat, dan juga perilaku-perilaku mana yang
menghambatnya.
Namun demikian, hal ini masih harus didukung dengan kemampuan untuk
mengumpulkan data, misalnya melakukan pengamatan dan membuat catatan lapangan
dan harian. Dalam mengamati, tim peneliti dituntut untuk dapat bertindak seobjektif
mungkin dalam memotret apa yang terjadi. Artinya, selama mengamati perhatiannya
terfokus pada gejala yang dapat ditangkap lewat pancainderanya saja, yaitu apa yang
didengar, dilihat, diraba (jika ada), dikecap (jika ada), dan tercium, yang terjadi pada
semua peserta penelitian, dalam kasus di atas pada peneliti, guru dan siswa. Dalam
pengamatan tersebut harus dijaga agar jangan sampai peneliti melakukan penilaian
terhadap apa yang terjadi. Seperti telah diuraikan di depan, perlu dijaga agar tidak terjadi
penyampuradukan antara deskripsi dan penafsiran. Kemudian, diperlukan kompetensi
lain untuk membuat catatan lapangan dan harian tentang apa yang terjadi. Akan lebih
baik jika para peneliti merekamnya dengan kaset audio atau audio-visual sehingga
catatan lapangan dapat lengkap. Singkatnya, kompetensi peneliti dalam bidang yang
diteliti dan dalam pengumpulan data lewat pengamatan partisipan sangat menentukan
kualitas proses tindakan dan pengumpulan data tentang proses tersebut.
Validitas Katalitik terkait dengan kadar pemahaman yang Anda capai realitas
kehidupan kelas Anda dan cara mengelola perubahan di dalamnya, termasuk perubahan
pemahaman Anda dan murid-murid terhadap peran masing-masing dan tindakan yang
diambil sebagai akibat dari perubahan ini.
Dalam kasus penelitian tindakan kelas bahasa Inggris yang dicontohkan di atas,
validitas katalitik dapat dilihat dari segi peningkatan pemahaman guru terhadap faktorfaktor
yang dapat menghambat dan factor-faktor yang memfasilitasi pembelajaran.
Misalnya faktor-faktor kepribadian (lihat Brown, 2000) seperti rasa takut salah dan malu
melahirkan inhibition dan kecemasan. Sebaliknya, upaya-upaya guru untuk
mengorangkan siswa dengan mempertimbangkan pikiran dan perasaan serta
mengapresiasi usaha belajarnya merupakan faktor positif yang memfasilitasi proses
pembelajaran. Selain itu, validitas katalitik dapat juga ditunjukkan dalam peningkatan
pemahaman terhadap peran baru yang mesti dijalani guru dalam proses pembelajaran
komunikatif. Peran baru tersebut mencakup peran fasilitator dan peran penolong serta
peran pemantau kinerja. Validitas katalitik juga tercermin dalam adanya peningkatan
pemahaman tentang perlunya menjaga agar hasil tindakan yang dilaksanakan tetap
memotivasi semua yang terlibat untuk meningkatkan diri secara stabil alami dan
berkelanjutan. Semua upaya memenuhi tuntutan validitas katalitik ini dilakukan melalui
siklus perencanaan tindakan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Validitas Dialogik sejajar dengan proses review sejawat yang umum dipakai dalam
penelitian akademik. Secara khas, nilai atau kebaikan penelitian dipantau melalui
tinjauan sejawat untuk publikasi dalam jurnal akademik. Sama halnya, review sejawat
dalam PTK berarti dialog dengan guru-guru lain, bisa lewat sarasehan atau dialog
reflektif dengan ‘teman yang kritis’ atau pelaku PTK lainnya, yang semuanya dapat
bertindak sebagai ‘jaksa tanpa kompromi’.
Kriteria validitas dialogis ini dapat juga mulai dipenuhi ketika penelitian masih
berlangsung, yaitu secara beriringan dengan pemenuhan kriteria demokratik. Yaitu,
setelah seorang peserta mengungkapkan pandangan, pendapat, dan/atau gagasannya, dia
akan meminta peserta lain untuk menanggapinya secara kritis sehingga terjadi dialog
kritis atau reflektif. Dengan demikian, kecenderungan untuk terlalu subjektif dan
simplistik akan dapat dikurangi sampai sekecil mungkin. Untuk memperkuat validitas
dialogik, seperti telah disebut di atas, proses yang sama dilakukan dengan sejawat
peneliti tindakan lainnya, yang jika memerlukan, diijinkan untuk memeriksa semua data
mentah yang terkait dengan yang sedang dikritisi.
Trianggulasi untuk Mengurangi Subjektivitas
Bagaimana Anda meningkatkan validitas PTK Anda? Tidak lain dengan
meminimalkan subjektivitas melalui trianggulasi. Anda sebagai pelaku PTK dapat
menggunakan metode ganda dan perspektif kolaborator Anda untuk memperoleh
gambaran kaya yang lebih objektif. Bentuk lain dari trianggulasi adalah: trianggulasi
waktu, trianggulasi ruang, trianggulasi peneliti, dan trianggulasi teoretis (Burns, 1999:
164). Trianggulasi waktu dapat dilakukan dengan mengumpulkan data dalam waktu yang
berbeda, sedapat mungkin meliputi rentangan waktu tindakan dilaksanakan dengan
frekuensi yang memadai untuk menjamin bahwa efek perilaku tertentu bukan hanya
suatu kebetulan. Misalnya, data tentang proses pembelajaran dengan seperangkat teknik
tertentu dapat dikumpulkan pada jam awal, tengah dan siang pada hari yang berbeda dan
jumlah pengamatan yang memadai, katakanlah 4-5 kali. Trianggulasi peneliti dapat
dilakukan dengan pengumpulan data yang sama oleh beberapa peneliti sampai
diperoleh data yang relatif konstan. Misalnya, dua atau tiga peserta penelitian dapat
mengamati proses pembelajaran yang sama dalam waktu yang sama pula. Trianggulasi
ruang dapat dilakukan dengan mengumpulkan data yang sama di tempat yang berbeda.
Dalam contoh proses pembelajaran bahasa Inggris di atas, ada dua atau tiga kelas yang
dijadikan ajang penelitian yang sama dan data yang sama dikumpulkan dari kelas-kelas
tersebut. Trianggulasi teoretis dapat dilakukan dengan memaknai gejala perilaku tertentu
dengan dituntun oleh beberapa teori yang berbeda tetapi terkait. Misalnya, perilaku
tertentu yang menyiratkan motivasi dapat ditinjau dari teori motivasi aliran yang
berbeda: aliran behavioristik, kognitif, dan konstruktivis.
Reliabilitas
Reliabilitas data PTK Anda secara hakiki memang rendah. Mengapa? Karena
situasi PTk terus berubah dan proses PTK bersifat transformatif tanpa kendali apapun
(alami) sehingga sulit untuk mencapai tingkat reliabilitas yang tinggi, padahal tingkat
reliabilitias tinggi hanya dapat dicapai dengan mengendalikan hampir seluruh aspek
situasi yang dapat berubah (variabel) dan hal ini tidak mungkin atau tidak baik dilakukan
dalam PTK. Mengapa tidak mungkin? Karena akan bertentangan dengan ciri khas
penelitian tindakan itu sendiri, yang salah satunya adalah kontekstual/situasional dan
terlokalisasi, dengan perubahan yang menjadi tujuannya. Penilaian peneliti menjadi salah
satu tumpuan reliabilitas PTK. Cara-cara meyakinkan orang atas reliabilitas PTK
termasuk: menyajikan (dalam lampiran) data asli seperti transkrip wawancara dan
catatan lapangan (bila hasil penelitian dipublikasikan), menggunakan lebih dari satu
sumber data untuk mendapatkan data yang sama dan kolaborasi dengan sejawat atau
orang lain yang relevan.
Kelebihan dan Kekurangan PTK
PTK memiliki kelebihan berikut (Shumsky, 1982): (1) tumbuhnya rasa memiliki
melalui kerja sama dalam PTK; (2) tumbuhnya kreativitias dan pemikiran kritis lewat
interaksi terbuka yang bersifat reflektif/evaluatif dalam PTK; (3) dalam kerja sama ada
saling merangsang untuk berubah; dan (4) meningkatnya kesepakatan lewat kerja sama
demokratis dan dialogis dalam PTK (silakan lihat Passow, Miles, dan Draper, 1985).
PTK Anda juga memiliki kelemahan: (1) kurangnya pengetahuan dan
keterampilan dalam teknik dasar penelitian pada Anda sendiri karena terlalu banyak
berurusan dengan hal-hal praktis, (2) rendahnya efisiensi waktu karena Anda harus
punya komitmen peneliti untuk terlibat dalam prosesnya sementara Anda masih harus
melakukan tugas rutin ; (3) konsepsi proses kelompok yang menuntut pemimpin
kelompok yang demokratis dengan kepekaan tinggi terhadap kebutuhan dan keinginan
anggota-anggota kelompoknya dalam situasi tertentu, padahal tidak mudah untuk
mendapatkan pemimimpin demikian.
Persyaratan Keberhasilan PTK
Agar PTK berhasil, persyaratan berikut harus dipenuhi (Hodgkinson, 1988): (1)
kesediaan untuk mengakui kekurangan diri; (2) kesempatan yang memadai untuk
menemukan sesuatu yang baru; (3) dorongan untuk mengemukakan gagasan baru; (4)
waktu yang tersedia untuk melakukan percobaan; (5) kepercayaan timbal balik antar
orang-orang yang terlibat; dan (6)pengetahuan tentang dasar-dasar proses kelompok oleh
peserta penelitian.
Penelitian Tindakan Kolaboratif
Kolaborasi atau kerja sama perlu dan penting dilakukan dalam PTK karena PTK
yang dilakukan secara perorangan bertentangan dengan hakikat PTK itu sendiri (Burns,
1999). Beberapa butir penting tentang PTK kolaboratif Kemmis dan McTaggart (1988:
5; Hill & Kerber, 1967, disitir oleh Cohen & Manion, 1985, dalam Burns, 1999: 31): (1)
penelitian tindakan yang sejati adalah penelitian tindakan kolaboratif, yaitu yang
dilakukan oleh sekelompok peneliti melalui kerja sama dan kerja bersama, (2) penelitian
kelompok tersebut dapat dilaksanakan melalui tindakan anggota kelompok perorangan
yang diperiksa secara kritis melalui refleksi demokratik dan dialogis; (3) optimalisasi
fungsi PTK kolaboratif dengan mencakup gagasan-gagasan dan harapan-harapan semua
orang yang terlibat dalam situasi terkait; (4) pengaruh langsung hasil PTK pada Anda
sebagai guru dan murid-murid Anda serta sekaligus pada situasi dan kondisi yang ada.
Kolaborasi atau kerja sama dalam melakukan penelitian tindakan dapat dilakukan
dengan: mahasiswa; sejawat dalam jurusan/sekolah/lembaga yang sama; sejawat dari
lembaga/sekolah lain; sejawat dengan wilayah keahlian yang berbeda (misalnya antara
guru dan pendidik guru, antara guru dan peneliti; antara guru dan manajer); sejawat
dalam disiplin ilmu yang berbeda (misalnya antara guru bahasa asing dan guru bahasa
ibu); dan sejawat di negara lain (Wallace, 1998).
Prinsip-prinsip penelitian tindakan kolaboratif
Tiga tahap PTK kolaboratif adalah: prakarsa, pelaksanaan, dan diseminasi (Burns,
1999: 207-208). Butir-butir tentang prakarsa yang perlu dipertimbangkan dalam PTK
Anda (Burns, 1999: 207):
1. Sejauh dapat dilakukan, agenda PTK tindakan hendaknya ditarik dari kebutuhankebutuhan,
kepedulian dan persyaratan yang diungkapkan oleh semua pihak Anda
sendiri, sejawat, kepala sekolah, murid-murid, dan/atau orangtua murid) yang terlibat
dalam konteks pembelajaran/kependidikan di kelas/sekolah Anda;
2. PTK Anda hendaknya benar-benar memanfaatkan keterampilan, minat dan
keterlibatan Anda sebagai guru dan sejawat;
3. PTK Anda hendaknya terpusat pada masalah-masalah pembelajaran kelas Anda, yang
ditemukan dalam kenyataan sehari-hari. Namun demikian, hasil PTK Anda daapt juga
memberikan masukan untuk pengembangan teori pembelajaran bidang studi Anda;
4. Metodologi PTK Anda hendaknya ditentukan dengan mempertimbangkan persoalan
pembelajaran kelas Anda yang sedang diteliti, sumber daya yang ada dan muridmurid
sebagai sasaran penelitian.
5. PTK Anda hendaknya direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi secara kolaboratif.
Tujuan, metode, pelaksanaan dan strategi evaluasi hendaknya Anda negosiasikan
dengan pemangku kepentingan (stakeholders) terutama penelitian Anda, sejawat,
murid-murid, dan kepala sekolah (yang mungkin diperlukan dukungan kebijakannya).
6. PTK Anda hendaknya bersifat antardisipliner, yaitu sedapat mungkin didukung oleh
wawasan dan pengalaman orang-orang dari bidang-bidang lain yang relevan, seperti
ilmu jiwa, antropologi, dan sosiologi serta budaya. Jadi Anda dapat mencari masukan
dari teman-teman guru atau dosen LPTK yang relevan.
Dalam PTK, butir-butir pelaksanaan di bawah harus dipertimbangkan (Burns,
1999: 207-208):
1. Anda sebagai pelaku PTK hendaknya berupaya memperoleh keterampilan dan
pengetahuan yang dibutuhkan untuk melaksanakannya. Upayakan mendapatkan dari
pemimpin dukungan dan bantuan secara terus menerus dalam tahap-tahap
pelaksanaan, diseminasi, dan tindak-lanjut penelitiannya.
2. PTK Anda selayaknya dilakukan dalam kelas sendiri.
3. PTK Anda akan berjalan dengan baik jika terkait dengan program peningkatan guru
dan pengembangan materi di sekolah atau wilayah sendiri.
4. PTK Anda hendaknya dipadukan dengan komponen evaluasi.
Dalam tahap diseminasi PTK perlu dipertimbangkandua butir berikut (Burns,
1999: 208)

Selengkapnya bisa dilihat dalam bentuk pdf, klik disini untuk download ptk.

Contoh angket penelitian

contoh angket penelitian adalah judul dari postingan kali ini, sebelum sharematika berbagi contoh angket penelitian atau contoh kuesioner alangkah baiknya sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika, blog yang membahas semua tentang matematika, berhubung saya sedang skripsi jadi saya sekalian posting-posting apa yang saya butuhkan sebagai pendukung skripsi saya, dan kali ini saya berbagi contoh kuesioner untuk penelitian. berikut dibawah ini adalah contoh angket penelitian :

CONTOH KUESIONER
Sesudah mengetahui contoh operasi variabel, selanjutnya adalah membuat
angket/kuesioner untuk masing-masing variabel tersebut.
Berikut adalah model kuesioner dari contoh operasi variabel sebelumnya.
Bagian I
Pernyataan pada bagian I merupakan pernyataan yang berhubungan dengan identitas
responden. Berilah tanda cek pada kotak yang sesuai dengan pilihan Anda.
Nama : ................................................................. (boleh tidak diisi)
Alamat : ................................................................. (boleh tidak diisi)
Usia saat ini : ...... tahun
Jenis kelamin
a. Laki-laki
b. Perempuan
Status tingkat pendidikan
a. SD
b. SMP
c. SMU
d. Sarjana
e. Lainnya (................................)
Pekerjaan Anda saat ini
a. Pelajar/mahasiswa 
b. Pegawai Swasta
c. Pegawai Negeri
d. Wiraswasta
http://skripsistikes.wordpress.com
e. Lainnya (................................)
Pendapatan/uang saku Anda per bulan
a. < Rp. 150.000
b. Rp. 150.000 – Rp. 500.000
c. Rp. 500.000 - Rp. 1.000.000
d. Rp. 1.000.000 - Rp. 2.000.000
e. > Rp. 2.000.000
Bagian II
Pernyataan pada poin II (pernyataan yang berkaitan dengan faktor internal merupakan
tolok ukur pengaruh variabel faktor internal terhadap keputusan pembelian shampo
Sunsilk. Oleh karena itu Saudara/Saudari dimohon untuk memberikan tanda cek ()
pada salah satu kolom jawaban yang sesuai dengan pilihan Anda).
Contoh:
Pernyataan
Sangat
setuju
Setuju Netral
Tidak
setuju
Sangat
tidak
setuju
Saya membeli shampo Sunsilk karena
adanya dorongan kebutuhan untuk
merawat rambut
Pernyataan Untuk Variabel Motivasi (X1)
Pernyataan
Sangat
setuju
Setuju Netral
Tidak
setuju
Sangat
tidak
setuju
Saya membeli shampo Sunsilk karena
adanya dorongan kebutuhan untuk
merawat rambut
Saya membeli shampo Sunsilk karena
adanya dorongan kebutuhan memiliki
rambut hitam
Saya membeli shampo Sunsilk karena
adanya dorongan kebutuhan memiliki
rambut bebas ketombe
http://skripsistikes.wordpress.com
Pernyataan Untuk Variabel Persepsi (X2)
Pernyataan
Sangat
setuju
Setuju Netral
Tidak
setuju
Sangat
tidak
setuju
Saya membeli shampo Sunsilk karena
manfaat shampo sesuai kebutuhan
Saya membeli shampo Sunsilk karena
keamanan bahan pembuat shampo
Saya membeli shampo Sunsilk karena
variasi kemasan shampo (bahan pilihan
kemasan)
Saya membeli shampo Sunsilk karena
merek shampo terkenal
Pernyataan Untuk Variabel Pembelajaran (X3)
Pernyataan
Sangat
setuju
Setuju Netral
Tidak
setuju
Sangat
tidak
setuju
Saya membeli shampo Sunsilk karena
informasi dari media iklan
Saya membeli shampo Sunsilk karena
pengalaman dari diri sendiri (pernah
memakai shampo Sunsilk)
Saya membeli shampo Sunsilk karena
informasi dari keluarga
Saya membeli shampo Sunsilk karena
informasi dari teman
Saya membeli shampo Sunsilk karena
informasi dari penjual toko
Pernyataan Untuk Variabel Kepribadian (X4)
Pernyataan
Sangat
setuju
Setuju Netral
Tidak
setuju
Sangat
tidak
setuju
Saya membeli shampo Sunsilk karena
yakin terhadap manfaat shampo Sunsilk
Saya membeli shampo Sunsilk karena
merasa pentingnya shampo Sunsilk
untuk pergaulan
http://skripsistikes.wordpress.com
Pernyataan Untuk Variabel Sikap (X5)
Pernyataan
Sangat
setuju
Setuju Netral
Tidak
setuju
Sangat
tidak
setuju
Saya membeli shampo Sunsilk karena
kepuasan dalam pemakaian
Saya membeli shampo Sunsilk karena
sesuainya harga shampo Sunsilk
Saya membeli shampo Sunsilk karena
mudahnya mendapatkan shampo di
toko manapun
Pernyataan Untuk Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Pernyataan
Sangat
setuju
Setuju Netral
Tidak
setuju
Sangat
tidak
setuju
Saya membeli shampo Sunsilk karena
ingin mencoba
Saya membeli shampo Sunsilk karena
popularitas merek shampo
Saya akan mengulangi membeli
shampo Sunsilk
Sumber:
http://supermahasiswa dot multiply dot com/journal/item/5/Sukses_Membuat_Proposal_Penel
itian