Definisi Koneksi matematika

Pengertian Koneksi Matematika
Menurut National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) tahun 1989, koneksi matematika merupakan bagian penting yang harus mendapatkan penekanan di setiap jenjang pendidikan. Koneksi matematika adalah keterkaitan antara topik matematika, keterkaitan antara matematika dengan disiplin ilmu yang lain dan keterkaitan matematika dengan dunia nyata atau dalam kehidupan sehari–hari. Namun dalam kenyataannya, kurikulum matematika umumnya dipandang sebagai kumpulan sejumlah topik sehingga masing–masing topik cenderung diajarkan secara terpisah. Hal ini tentu saja membuat siswa harus mengingat konsep yang terlalu banyak dan tidak mengenali prinsip–prinsipumum yang relevan dengan berbagai bidang. Oleh karena itu, kurikulum hendaknya membantu siswa untuk dapat melihat bagaimana ide–ide matematika saling berkaitan. Apabila ide
matematika dikaitkan dengan pengalaman sehari–hari siswa maka tentunya siswa akan menghargai kegunaan matematika.
2.Ruang Lingkup dan Aspek Koneksi Matematika
Secara umum, ada dua tipe koneksi, yaitu :
1.Koneksi pemodelan
Koneksi pemodelan adalah hubungan antara situasi dengan masalah yang
dapat muncul di dunia nyata atau dalam disiplin ilmu lain dengan
representasi matematikanya.
2.Koneksi matematika
Koneksi matematika adalah hubungan antara dua representasi yang
ekuivalen dan antara proses penyelesaian dari masing–masing representasi.
2
Gambar :
Koneksi pemodelan
Koneksi matematika
Contohnya : jika suatu situasi masalah memiliki koneksi pemodelan dengan
persamaan aljabar dan grafik, maka representasi aljabar memiliki koneksi
matematika dengan representasi grafik. Koneksi matematika juga terjadi
antara proses perhitungan aljabar dengan analisis grafik yang menghasilkan
penyelesaian yang sama.
Menurut Coxford (1995:4), terdapat tiga aspek yang berkaitan
dengan koneksi matematika, yaitu :
1.Penyatuan tema–tema
Penyatuan tema–tema seperti perubahan (change), data dan bentuk (shape)
dapat digunakan untuk menarik perhatian terhadap sifat dasar matematika
yang saling berkaitan. Gagasan tentang perubahan dapat menjadi
penghubung antara aljabar, geometri, matematika diskrit dan kalkulus.
Misalnya : bagaimana kaitan antara laju perubahan tetap dengan garis dan
persamaan garis ?. Bagaimana keliling suatu bangun datar dapat berubah
ketika bangun datar tersebut ditranformasikan ? Apakah artinya laju
perubahan sesaat dari suatu fungsi di suatu titik ?. Setiap pertanyaan
tersebut memberikan kesempatan untuk mengaitkan topik–topik
matematika dengan menghubungkannya melalui tema perubahan. Tema
lain yang memberikan kesempatan yang luas untuk membuat koneksi
matematika adalah data. Misalnya data berpasangan menjadi konteks dan
motivasi untuk mempelajari fungsi linear karena data berpasangan sering
ditampilkan dengan grafik fungsi. Selain itu, bentuk adalah tema lain yang
Situasi Masalah
Representasi 1 Representasi 2
Penyelesaian
3
dapat digunakan untuk memperlihatkan koneksi. Sebagai contoh : bentuk
kurva berkaitan dengan karakteristik datanya.
2.Proses matematika
Proses matematika meliputi : representasi, aplikasi, problem solving dan
reasoning. Empat kategori aktivitas ini akan terus berlangsung selama
seseorang mempelajari matematika. Agar siswa dapat memahami konsep
secara mendalam, mereka harus dapat membuat koneksi di antara
representasi. Aktivitas aplikasi, problem solving dan reasoning
membutuhkan berbagai pendekatan matematika sehingga siswa dapat
menemukan koneksi. Sebagai contoh : untuk mencari turunan dengan
menggunakan definisi fungsi, siswa harus mengaplikasikan limit dan
komposisi fungsi. Komposisi fungsi dengan polinom berderajat besar
melibatkan ekspansi binomial, yang koefisiennya dapat diperoleh melalui
perhitungan kombinatorik. Aktivitas problem solving seperti pencarian nilai
optimum melibatkan pemodelan, representasi aljabar atau kalkulus.
Sedangkan aktivitas reasoning seperti pembuktian rumus–rumus turunan.
3.Penghubung–penghubung matematika
Fungsi, matriks, algoritma, variabel, perbandingan dan transformasi
merupakan ide–ide matematika yang menjadi penghubung ketika
mempelajari topik–topik matematika dengan spektrum yang luas.
3.Tujuan Koneksi Matematika
Adapun tujuan koneksi matematika menurut NCTM (1989:146)
adalah agar siswa dapat :
1.Mengenali representasi yang ekuivalen dari suatu konsep yang sama.
2.Mengenali hubungan prosedur satu representasi ke prosedur representasi
yang ekuivalen.
3.Menggunakan dan menilai koneksi beberapa topik matematika.
4.Menggunakan dan menilai koneksi antara matematika dan disiplin ilmu
yang lain.

Pengertian matematika menurut para ahli

Kata matematika berasal dari perkataan Latin mathematika yang mulanya diambil dari perkataan Yunani mathematike yang berarti mempelajari. Perkataan itu mempunyai asal katanya mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu (knowledge, science). Kata mathematike berhubungan pula dengan kata lainnya yang hampir sama, yaitu mathein atau mathenein yang artinya belajar (berpikir). Jadi, berdasarkan asal katanya, maka perkataan matematika berarti ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir (bernalar). Matematika lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran), bukan menekankan dari hasil eksperimen atau hasil observasi matematika terbentuk karena pikiran-pikiran manusia, yang berhubungan dengan idea, proses, dan penalaran (Russeffendi ET, 1980 :148). Matematika terbentuk dari pengalaman manusia dalam dunianya secara empiris. Kemudian pengalaman itu diproses di dalam dunia rasio, diolah secara analisis dengan penalaran di dalam struktur kognitif sehingga sampai terbentuk konsep-konsep matematika supaya konsep-konsep matematika yang terbentuk itu mudah dipahami oleh orang lain dan dapat dimanipulasi secara tepat, maka digunakan bahasa matematika atua notasi matematika yang bernilai global (universal). Konsep matematika didapat karena proses berpikir, karena itu logika adalah dasar terbentuknya matematika.
Pada awalnya cabang matematika yang ditemukan adalah Aritmatika atau Berhitung,
Aljabar, Geometri setelah itu ditemukan Kalkulus, Statistika, Topologi, Aljabar Abstrak, Aljabar
Linear, Himpunan, Geometri Linier, Analisis Vektor, dll.


Beberapa Definisi Para Ahli Mengenai Matematika antara lain :
1. Russefendi (1988 : 23)
Matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil di mana dalil-dalil setelah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.
2. James dan James (1976).
Matematika adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsepkonsep yang berhubungan satu dengan lainnya. Matematika terbagi dalam tiga bagian besar yaitu aljabar, analisis dan geometri. Tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa matematika terbagi menjadi empat bagian yaitu aritmatika, aljabar, geometris dan analisis dengan aritmatika mencakup teori bilangan dan statistika.
3. Johnson dan Rising dalam Russefendi (1972)
Matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan,pembuktian yang logis, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. Matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasi, sifat-sifat dalam teori-teori dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur yang tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya adalah ilmu tentang keteraturan pola atau ide, dan matematika itu adalah suatu seni, keindahannya terdapat pada keterurutan dan keharmonisannya.
4. Reys - dkk (1984)
Matematika adalah telaahan tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.
5. Kline (1973)
Matematika itu bukan pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam.

Sumber : Hakikat matematika dan pembelajaran matematika di SD

Program mempermudah persamaan linier 3 variabel

Program untuk mempermudah persamaan linier 3 variabel adalah judul dari artikel kali ini. Sebelum kita berbagi cara mudah mengerjakan spl 3 variabel. sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika, blog yang membahas semua materi matematika lengkap. Artikel kali ini sharematika berbagi program spl 3 variabel,program ini untuk mempermudah dalam menyelesaikan soal persamaan linier 3 variabel. Berikut dibawah ini adalah cara mudah mengerjakan persamaan linier 3 variabel dengan program.
Langsung saja menuju program spl 3 variabel, klik disini.
semoga program mempermudah spl 3 varibel bermanfaat untuk kita semua.

Soal dan pembahasan bangun ruang sisi lengkung

Kata siapa materi matematika bangun ruang sisi lengkung itu susah? materi bangun ruang sisi lengkung itu mudah, semangat ya dalam mempelajari bangun ruang sisi lengkung, biar bisa memahaminya. dan kali ini sharematika menyediakan soal bangun ruang sisi lengkung  untuk latihan bangun ruang sisi lengkung.
Soal dan pembahasan bangun ruang sisi lengkung, soal bangun ruang sisi lengkung lengkap dengan jawaban adalah judul dari postingan kali ini. sebelumnya selamat datang di sharematika, blog yang membahas semua tentang matematika sd, matematika smp, matematika sma, dan matematika perguruan tinggi. kali ini sharematika akan berbagi soal bangun ruang sisi lengkung lengkap dengan pembahasan. dibawah ini adalah soal dan pembahasan bangun ruang sisi lengkung.
Soal bangun ruang sisi lengkung lengkap dengan pembahasan.














































































Ingin lebih banyak lagi soal bangun ruang sisi lengkung lengkap dengan pembahasan?, kalian bisa download lebih banyak soal lagi disini: download soal bangun ruang sisi lengkung lengkap dengan pembahasan.

Semoga soal dan pembahasan bangun ruang sisi lengkung diatas bermanfaat untuk sahabat sharematika semua. jika bermanfaat jangan lupa like dan join di blog ini ya. :)
terimakasih. Salam pendidikan.

Oh ia, bagi umat islam, apakah umat islam itu wajib untuk bersatu?, jika pendapat anda ia, coba kunjungi ini: persatuan umat islam seluruh dunia, klik disini.

MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATAN PROBLEM POSING DI KELAS VIII A SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA

Kumpulan ptk matematika smp adalah judul dari postingan kali ini. contoh ptk kali ini berjudul : MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARANMATEMATIS SISWA MELALUI PENDEKATANPROBLEM POSING DI KELAS VIII A SMP NEGERI 2 YOGYAKARTA
contoh ptk matematika untuk smp diatas, abstraknya adalah sebagai berikut.
ABSTRAK
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan penalaran matematis siswa kelas VIII A SMP Negeri 2 Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa melalui pendekatan problem posing di kelas VIII A SMP Negeri 2 Yogyakarta. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan problem posing yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa di kelas VIII A SMP Negeri 2 Yogyakarta, (2) peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa yang dicapai di kelas VIII ASMP Negeri 2 Yogyakarta  melalui pendekatan problem posing. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan
secara kolaboratif oleh guru dan peneliti. Tindakan penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data terdiri dari tes kemampuan penalaran matematis, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dengan pembelajaran
problem posing, angket respon siswa terhadap pembelajaran dengan pendekatan problem posing dan pedoman wawancara terhadap siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan pelaksanaan tes kemampuan penalaran matematis, observasi terhadap pembelajaran, pengisian angket respon oleh siswa dan wawancara
terhadap siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan problem posing yang dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa yaitu: (1) guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyampaikan apersepsi, (2) siswa bekerja dalam kelompok dengan bahan ajar LKS untuk memfasilitasi pemahaman terhadap materi pembelajaran, (3) siswa bersama guru membahas LKS kemudian menyimpulkan materi pembelajaran, (4) siswa menyusun dan menyelesaikan soal, (5) siswa menyajikan soal dan penyelesaian yang telah disusun, (6) siswa bersama guru membahas soal dan penyelesaian yang disajikan siswa, (7) siswa mengerjakan PR untuk memperdalam pemahaman. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa ditunjukkan dengan: (a) rata-rata kemampuan penalaran matematis meningkat dari kualifikasi baik yaitu 48,67 pada siklus I menjadi berada pada kualifikasi sangat baik pada siklus II yaitu 76,67, (b) rata-rata setiap indikator kemampuan penalaran matematis siswa meningkat dari siklus I ke siklus II sehingga minimal berada pada kualifikasi baik. Berdasarkan hasil analisis angket respon siswa dapat disimpulkan bahwa siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran dengan pendekatan problem posing. Hal ini diperkuat dengan data hasil wawancara yang menyatakan bahwa siswa tertarik pada pembelajaran dengan pendekatan problem posing.

contoh ptk selengkapnya dapat didownload disini : download ptk matematika smp.

kumpulan contoh ptk, semoga contoh ptk matematika smp diatas bermanfaat untuk sahabat guru semuanya.

PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP

Contok PTK SMP adalah judul dari artikel kali ini. Kumpulan ptk smp kali ini berjudul : PENGARUH PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK TERHADAP KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA SMP

judul penelitian diatas merupakan jenis penelitian kuasi eksperimen, tetapi dapat dijadikan suatu pandangan untuk membuat suatu penelitian tindakan kelas, atau bisa juga dijadikan penelitian tindakan kelas jika kemampuan penalaran siswa anda kurang bagus, maka dapat digunakan pembelajaran matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematika. dan dibawah ini abstrak penelitian kuasi eksperimen ini. semoga bermanfaat.

Abstrak

Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain kelompok kontrol non ekuivalen untuk mengetahui pengaruh pembelajaran matematika realistik terhadap kemampuan penalaran matematis siswa SMP. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP di Pekanbaru semester ganjil pada tahun ajaran 2011/2012, dan pengambilan sampel penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling. Sesuai dengan desainnya, maka peneliti memilih kelas VII-3 sebagai kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran matematika realistik dan kelas VII-2 sebagai kelas kontrol yang memperoleh pembelajaran konvensional. Setiap kelas terdiri dari 41 siswa yang terbagi ke dalam kategori kemampuan matematika siswa kelompok tinggi, sedang, dan rendah di kelasnya. Hasil penelitian ini adalah (1) peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran matematika secara konvensional; (2) peningkatan kemampuan penalaran matematis antara siswa yang memperoleh pembelajaran matematika realistik tidak berbeda secara signifikan dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran matematika secara konvensional ditinjau dari kelompok siswa (tinggi, sedang, dan rendah). 

Kata Kunci: pembelajaran matematika realistik, kemampuan penalaran matematis.
Artikel lengkap contoh ptk matematika smp diatas dapat diunduh disini: download contoh ptk matematika smp

Semoga kumpulan ptk matematika smp diatas bermanfaat untuk sahabat guru semuanya.


Pengertian Observasi

Pengertian observasi adalah judul dari artikel kali ini. Observasi dilakukan pada saat kita melakukan kegiatan penelitian untuk mendapatkan suatu data. Di bawah ini adalah pengertian observasi menurut para ahli.
Pengertian observasi menurut para ahli.

Menurut Arikunto (2010) observasi seringkali diartikan sebagai suatu aktiva yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Didalam pengertian psikologik, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra.
Berikut adalah pengertian observasi dari beberapa sumber :
a.                   Dalam Sevilla (1993) pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Metode ini sangat sesuai digunakan dalam penelitian yang meliputi pengamatan kondisi/interaksi belajar mengajar, tingkah laku bermain anak-anak dan interaksi kelompok.
b.                  Observasi (Nurkancana, 1986) adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis. Data-data yang diperoleh dalam observasi itu dicatat dalam suatu catatan observasi. Kegiatan pencatatan dalam hal ini adalah merupakan bagian daripada kegiatan pengamatan.
c.                   Observasi (Arifin, 2011) adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu.
d.                  Menurut Jogiyanto (2008) observasi merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung obyek datanya.
e.                   Dalam Basrowi (2012) observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara diteliti serta pencatatan secara sistematis.
f.                   Menurut Powell (1996) observation is an essential elemen in gool teaching and program development. In evaluation, it can be used to secure benchmark and descriptive data during program initiation and to document program activities, processes and outcomes. observation is appropriate in the following conditions: when you want direct information; when you are trying to understand an ongoing behavior, process, unfolding situation or event; when there is physical evidence, products or outcomes that can be readily seen; when written or other data collection procedures seem inappropriate.
g.           Dalam Burhan (2011) Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya.
h.           Menurut Kartono (1980: 142) pengertian observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan.
           Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa observasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan dan pencatatan secara sistematis, objektif , logis dan rasional mengenai berbagai fenomena. Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner dimana wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek yang lain.
           Menurut Marshall (1995) menyatakan bahwa “through observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behavior”. Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut. Dalam Sugiyono (2010) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.
           Menurut Sudjana (2011) observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Dengan kata lain, observasi dapat mengukur atau menilai hasil proses belajar mengajar misalnya tingkah laku siswa pada waktu belajat, tingkah laku guru pada waktu mengajar, kegiatan diskusi siswa, partisipasi siswa dalam simulasi, dan penggunaan alat peraga pada waktu mengajar. Melalui pengamatan dapat diketahui bagaimana sikap dan perilaku siswa, kegiatan yang dilakukannya, tingkat partisisipasi dalam suatu kegiatan, proses kegiatan yang dilakukannya, kemampuan, bahkan hasil yang diperoleh dari kegiatannya.
           Observasi harus dilakukan pada saat proses kegiatan itu berlangsung. Pengamat terlebih dahulu harus menetapkan aspek-aspek tingkah laku apa yang hendak diobservasinya, lalu dibuat pedoman agar memudahkan dalam pengisisan observasi. Pengisian hasil observasi dalam pedoman yang dibuat sebenarnya bisa diisi secara bebas dalam bentuk uraian mengenai gejala yang tampak dari perilaku individu yang diobservasi, bisa pula dalam bentuk memberi tanda cek (√) pada kolom jawaban hasil observasi jika pedoman observasi yang dibuat telah disediakan jawabannya (berstruktur).
DAFTAR PUSTAKA

Amheru. 2010. Bab IV Teknik Pengumpulan Informasi (Data). Tersedia di http://amheru.staff.gunadarma.ac.id. Diakses tanggal 7 Maret 2014
Arifin Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
BasrowidanSiskandar. 2012. EvaluasiBelajarBerbasisKinerja. Bandung: Karya Putra Darwati.
Bungin Burhan. 2011. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.
Flick, Uwe, 2004 et all eds. 2004. A Companion To Qualitative Research. London: Sage Publications.
GussNo. 2013. Pendekatan Saintifik (Scientific Approach). Tersedia di http://www.slideshare.net/GussNo/pendekatan-saintifik. Diakses tanggal 10 Maret 2014
Jogiyanto. 2008. Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Marshall, Catherine, Gretchen B Rossman. 1995. Designing Qualitative Research. London: International Educational and Professional Publisher.
Moleong Lexy J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution. 2007. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Nurkancana Wayan, Sumartana. 1983. Evaluasi Pendidikan.Surabaya : Usaha Nasional.
NarbukoCholiddan Abu Achmadi. 2010. MetodologiPenelitian. Jakarta: BumiAksara.
Powell Ellen Taylor and Sara Steele. 1996. Program Development and Evaluation, Collecting Evaluation Data: Direct Observation. University Of Wisconsin Extension.
Purhantara Wahyu. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Untuk Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rosyid. 2010. Kriterial Observasi. Tersedia di http://materiobservasi.blogspot.com. Diakses tanggal 9 Maret 2014
Sevilla Consuelo G, Jesus A. Ochave, Twila G. Punsalan, Bella P. Regala, Gabriel G. Uriarte. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia.
Sugiyono.2010.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitataif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. 2008. MemahamiPenelitianKualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sudjana Nana. 2011. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Taniredja Tukiran dan Hidayati Mustafidah. 2011. Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: Alfabeta.
Wurya Siti. 2007. Mata Kuliah Psikodiagnotk II (Observasi). Tersedia di http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195010101980022-SITI_WURYAN_INDRAWATI/PD2-Teori_Observasi.pdf. Diakses tanggal 7 Maret 2014