Showing posts with label Semester III. Show all posts
Showing posts with label Semester III. Show all posts

Sunday, June 14, 2015

Definisi Koneksi matematika

Pengertian Koneksi Matematika
Menurut National Council of Teacher of Mathematics (NCTM) tahun 1989, koneksi matematika merupakan bagian penting yang harus mendapatkan penekanan di setiap jenjang pendidikan. Koneksi matematika adalah keterkaitan antara topik matematika, keterkaitan antara matematika dengan disiplin ilmu yang lain dan keterkaitan matematika dengan dunia nyata atau dalam kehidupan sehari–hari. Namun dalam kenyataannya, kurikulum matematika umumnya dipandang sebagai kumpulan sejumlah topik sehingga masing–masing topik cenderung diajarkan secara terpisah. Hal ini tentu saja membuat siswa harus mengingat konsep yang terlalu banyak dan tidak mengenali prinsip–prinsipumum yang relevan dengan berbagai bidang. Oleh karena itu, kurikulum hendaknya membantu siswa untuk dapat melihat bagaimana ide–ide matematika saling berkaitan. Apabila ide
matematika dikaitkan dengan pengalaman sehari–hari siswa maka tentunya siswa akan menghargai kegunaan matematika.
2.Ruang Lingkup dan Aspek Koneksi Matematika
Secara umum, ada dua tipe koneksi, yaitu :
1.Koneksi pemodelan
Koneksi pemodelan adalah hubungan antara situasi dengan masalah yang
dapat muncul di dunia nyata atau dalam disiplin ilmu lain dengan
representasi matematikanya.
2.Koneksi matematika
Koneksi matematika adalah hubungan antara dua representasi yang
ekuivalen dan antara proses penyelesaian dari masing–masing representasi.
2
Gambar :
Koneksi pemodelan
Koneksi matematika
Contohnya : jika suatu situasi masalah memiliki koneksi pemodelan dengan
persamaan aljabar dan grafik, maka representasi aljabar memiliki koneksi
matematika dengan representasi grafik. Koneksi matematika juga terjadi
antara proses perhitungan aljabar dengan analisis grafik yang menghasilkan
penyelesaian yang sama.
Menurut Coxford (1995:4), terdapat tiga aspek yang berkaitan
dengan koneksi matematika, yaitu :
1.Penyatuan tema–tema
Penyatuan tema–tema seperti perubahan (change), data dan bentuk (shape)
dapat digunakan untuk menarik perhatian terhadap sifat dasar matematika
yang saling berkaitan. Gagasan tentang perubahan dapat menjadi
penghubung antara aljabar, geometri, matematika diskrit dan kalkulus.
Misalnya : bagaimana kaitan antara laju perubahan tetap dengan garis dan
persamaan garis ?. Bagaimana keliling suatu bangun datar dapat berubah
ketika bangun datar tersebut ditranformasikan ? Apakah artinya laju
perubahan sesaat dari suatu fungsi di suatu titik ?. Setiap pertanyaan
tersebut memberikan kesempatan untuk mengaitkan topik–topik
matematika dengan menghubungkannya melalui tema perubahan. Tema
lain yang memberikan kesempatan yang luas untuk membuat koneksi
matematika adalah data. Misalnya data berpasangan menjadi konteks dan
motivasi untuk mempelajari fungsi linear karena data berpasangan sering
ditampilkan dengan grafik fungsi. Selain itu, bentuk adalah tema lain yang
Situasi Masalah
Representasi 1 Representasi 2
Penyelesaian
3
dapat digunakan untuk memperlihatkan koneksi. Sebagai contoh : bentuk
kurva berkaitan dengan karakteristik datanya.
2.Proses matematika
Proses matematika meliputi : representasi, aplikasi, problem solving dan
reasoning. Empat kategori aktivitas ini akan terus berlangsung selama
seseorang mempelajari matematika. Agar siswa dapat memahami konsep
secara mendalam, mereka harus dapat membuat koneksi di antara
representasi. Aktivitas aplikasi, problem solving dan reasoning
membutuhkan berbagai pendekatan matematika sehingga siswa dapat
menemukan koneksi. Sebagai contoh : untuk mencari turunan dengan
menggunakan definisi fungsi, siswa harus mengaplikasikan limit dan
komposisi fungsi. Komposisi fungsi dengan polinom berderajat besar
melibatkan ekspansi binomial, yang koefisiennya dapat diperoleh melalui
perhitungan kombinatorik. Aktivitas problem solving seperti pencarian nilai
optimum melibatkan pemodelan, representasi aljabar atau kalkulus.
Sedangkan aktivitas reasoning seperti pembuktian rumus–rumus turunan.
3.Penghubung–penghubung matematika
Fungsi, matriks, algoritma, variabel, perbandingan dan transformasi
merupakan ide–ide matematika yang menjadi penghubung ketika
mempelajari topik–topik matematika dengan spektrum yang luas.
3.Tujuan Koneksi Matematika
Adapun tujuan koneksi matematika menurut NCTM (1989:146)
adalah agar siswa dapat :
1.Mengenali representasi yang ekuivalen dari suatu konsep yang sama.
2.Mengenali hubungan prosedur satu representasi ke prosedur representasi
yang ekuivalen.
3.Menggunakan dan menilai koneksi beberapa topik matematika.
4.Menggunakan dan menilai koneksi antara matematika dan disiplin ilmu
yang lain.

Tuesday, May 28, 2013

Uji Prasyarat dalam statistika

Uji prasyarat adalah judul dari postingan kali ini, sebelum kita membahas Uji prasyarat sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika, blog yang membahas semua materi :
-Materi Matematika sd lengkap dengan soal dan pembahasan
-Materi Matematika smp lengkap dengan soal dan pembahasan
-Materi matematika sma lengkap dengan soal dan pembahasan
-Materi matematika universitas lengkap dengan soal dan pembahasan


Uji Prasyarat.
Uji prasyarat mempunyai beberapa jenis pengujian, diatantaranya :
Uji Normalitas.
Uji normal ( uji normalitas) adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian kita berasal dari populasi yang sebenarnya normal. Terdapat beberapa cara pengujian normalitas distribusi, diantaranya adalah :
  • Uji normalitas dengan menggunakan formula kolmogorof - Smirnov, yaitu uji normalitas kolmogorof -smirnov.
  • Uji normalitas dengan Liliefors,
  • Uji normalitas Chi square.
Nb : Untuk materi yang lebih mendalam  dan bagaimana melakukan uji normalitas (Uji normalitas dengan formula kolmogorof - smirnof, uji normalitas dengan liliefors, dan uji normalitas dengan chi square), sahabat sharematika bisa mendownload materi lengkap uji normalitas dibawah ini :

Download Materi Uji Normalitas dan bagaimana cara melakukan uji normalitas lengkap : Klik disini.
Jangan sampai salah ya downloadnya : Klik download yang dilingkari seperti pada gambar dibawah ini.



 
Uji Homogenitas.
  • Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui varians data bersifat homogeny atau heterogeny berdasarkan sifat tertentu. Uji homogen data univatiate dapat dilakukan melalui uji bartlet dan lavene.
  • Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data atau sampel yang diambil berasal dari varians yang homogen atau tidak
  • Uji homogenitas dilakukan untuk menunjukkan bahwa perbedaan yang terjadi pada uji statistik ( misalnya uji t, ANAVA maupun MANOVA) benar-benar terjadi akibat adanya perbedaan antar kelompok, bukan sebagai akibat perbedaan dalam kelompok.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa uji homogenitas adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah data yang akan kita teliti homogen atau tidak.
Uji homogenitas data dilakukan dengan dua cara yaitu uji f dari Havley dan uji Bartlett. Uji F dari Havley biasanya digunakan untuk menguji homogenitas dua kelompok data, sedangkan uji Bartlet biasanya digunakan untuk menguji homogenitas lebih dari dua kelompok data.
Untuk materi lengkap homogenitas  sahabat sharematika bisa download untuk belajar . Download materi lengkap homogenitas.


 
Independensi.
Uji independen antara dua faktor.
 Banyak data hasil pengamatan yang dapat digolongkan kedalam beberapa faktor, karakteristik atau atribut dengan tiap faktor atau atribut terdiri dari beberapa klasifikasi, kategori, golongan atau mungkin tingkatan. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap fenomena demikian akan diselidiki mengenai asosiasi atau hubungan atau kaitan antar faktor. Dengan kata lain akan dipelajari apakah terdapat atau tidak suatu kaitan diantara faktor-faktor itu. Jika ternyata tidak terdapat kaitan antara faktor-faktor, bisa dikatakan bahwa faktor-faktor itu bersifat independen atau bebas, tepatnya bebas statistik. Untuk materi lebih lengkapnya tentang independensi sahabat sharematika bisa download filenya dibawah ini :
Download materi independensi lengkap.

Semoga materi Uji prasyarat diatas bermanfaat untuk sahabat sharematika semua. Terimakasih atas kunjungannya, kunjungi terus sharematika,blog yang membahas semua materi :

Sunday, January 20, 2013

Soal dan Pembahasan Teori Bilangan

Latihan soal ini diambil dari ujian akhir semsester gasal 2011/2012.
Mari kita pelajari bersama.




 Lanjut Soal yang No 1. b.................. KLik Disini
Kritik dan sarannya ya?







Friday, January 18, 2013

Analisis uji normalitas SPSS

Contoh.
berikut ini adalah data nilai ulangan harian di suatu sekolah.
95
85
80
90
90
75
55
65
70
60
50
80
75
90
100

Cek noramlitasnya.!

dari contoh di atas kita akan menguji apakah data di atas normal atau tidak. mari kita pelajari langkah-langkahnya bersama.
langkah :
1.Masukan data diatas dengan Nama variabel penghasilan.
   

 2. Klik menu Analyze > Deskriptive statistics > Explore.

Sunday, September 9, 2012

SIFAT WAJIB DAN MAKNAWIYAH ALLOH SWT ❀

SIFAT WAJIB DAN MAKNAWIYAH ALLOH SWT ❀

Ini adalah sifat-sifat bagi Alloh yang wajib diketahui
Adapun sifat-sifat wajib dan sifat-sifat mustahil bagi Allah adalah sebagai berikut.
No
Sifat wajib
Artinya
Sifat mustahil
Artinya
1
Wujud
Ada     
Adam 
Tidak ada
2
Qidam
Terdahulu
Hudus 
Baru
3
Baqa   
Kekal  
Fana   
Lenyap
4
Mukhalafatuhu lil hawadis
Berbeda dengan yang baru
Mumasalatuhu lil hawadis
Serupa dengan yang baru
5
Qiyamuhu binafsih
Berdiri dengan sendiri-Nya
Ihtiyaju bigairih
Berhajat kepada yang lain
6
Wahdaniah     
Esa     
Ta’addud        
Berbilang/berjumlah
7
Qudrat
Berkuasa        
Ajzu    
Lemah
8
Iradat  
Berkehendak 
Karahah         
Terpaksa
9
I1mu   
Mengetahui    
Jahlun
Bodoh
10
Hayat 
Hidup  
Maut   
Mati
11
Sama 
Mendengar     
Summun        
Tuli
12
Basar
Melihat
Umyun           
Buta
13
Kalam 
Berfirman
Bukmun         
Bisu

Apabila sifat-sifat tersebut ditambah dengan sifat maknawiyah sebanyak tujuh sifat, maka akan menjadi 20, yaitu sebagai berikut.
No
Sifat Maknawiyah
Artinya
1
Qadiran          
Mahakuasa
2
Muridan          
Maha Berkehendak
3
Aliman
Maha Mengetahui
4
Hayyan          
Mahahidup
5
Sami'an          
Maha Mendengar
6
Basiran           
Maha Melihat
7
Mutakalliman 
Maha Berfirman