Showing posts with label Semester VIII. Show all posts
Showing posts with label Semester VIII. Show all posts

Sunday, June 14, 2015

Pengertian matematika menurut para ahli

Kata matematika berasal dari perkataan Latin mathematika yang mulanya diambil dari perkataan Yunani mathematike yang berarti mempelajari. Perkataan itu mempunyai asal katanya mathema yang berarti pengetahuan atau ilmu (knowledge, science). Kata mathematike berhubungan pula dengan kata lainnya yang hampir sama, yaitu mathein atau mathenein yang artinya belajar (berpikir). Jadi, berdasarkan asal katanya, maka perkataan matematika berarti ilmu pengetahuan yang didapat dengan berpikir (bernalar). Matematika lebih menekankan kegiatan dalam dunia rasio (penalaran), bukan menekankan dari hasil eksperimen atau hasil observasi matematika terbentuk karena pikiran-pikiran manusia, yang berhubungan dengan idea, proses, dan penalaran (Russeffendi ET, 1980 :148). Matematika terbentuk dari pengalaman manusia dalam dunianya secara empiris. Kemudian pengalaman itu diproses di dalam dunia rasio, diolah secara analisis dengan penalaran di dalam struktur kognitif sehingga sampai terbentuk konsep-konsep matematika supaya konsep-konsep matematika yang terbentuk itu mudah dipahami oleh orang lain dan dapat dimanipulasi secara tepat, maka digunakan bahasa matematika atua notasi matematika yang bernilai global (universal). Konsep matematika didapat karena proses berpikir, karena itu logika adalah dasar terbentuknya matematika.
Pada awalnya cabang matematika yang ditemukan adalah Aritmatika atau Berhitung,
Aljabar, Geometri setelah itu ditemukan Kalkulus, Statistika, Topologi, Aljabar Abstrak, Aljabar
Linear, Himpunan, Geometri Linier, Analisis Vektor, dll.


Beberapa Definisi Para Ahli Mengenai Matematika antara lain :
1. Russefendi (1988 : 23)
Matematika terorganisasikan dari unsur-unsur yang tidak didefinisikan, definisi-definisi, aksioma-aksioma, dan dalil-dalil di mana dalil-dalil setelah dibuktikan kebenarannya berlaku secara umum, karena itulah matematika sering disebut ilmu deduktif.
2. James dan James (1976).
Matematika adalah ilmu tentang logika, mengenai bentuk, susunan, besaran, dan konsepkonsep yang berhubungan satu dengan lainnya. Matematika terbagi dalam tiga bagian besar yaitu aljabar, analisis dan geometri. Tetapi ada pendapat yang mengatakan bahwa matematika terbagi menjadi empat bagian yaitu aritmatika, aljabar, geometris dan analisis dengan aritmatika mencakup teori bilangan dan statistika.
3. Johnson dan Rising dalam Russefendi (1972)
Matematika adalah pola berpikir, pola mengorganisasikan,pembuktian yang logis, matematika itu adalah bahasa yang menggunakan istilah yang didefinisikan dengan cermat, jelas dan akurat representasinya dengan simbol dan padat, lebih berupa bahasa simbol mengenai ide daripada mengenai bunyi. Matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasi, sifat-sifat dalam teori-teori dibuat secara deduktif berdasarkan kepada unsur yang tidak didefinisikan, aksioma, sifat atau teori yang telah dibuktikan kebenarannya adalah ilmu tentang keteraturan pola atau ide, dan matematika itu adalah suatu seni, keindahannya terdapat pada keterurutan dan keharmonisannya.
4. Reys - dkk (1984)
Matematika adalah telaahan tentang pola dan hubungan, suatu jalan atau pola berpikir, suatu seni, suatu bahasa dan suatu alat.
5. Kline (1973)
Matematika itu bukan pengetahuan menyendiri yang dapat sempurna karena dirinya sendiri, tetapi adanya matematika itu terutama untuk membantu manusia dalam memahami dan menguasai permasalahan sosial, ekonomi, dan alam.

Sumber : Hakikat matematika dan pembelajaran matematika di SD

Friday, April 24, 2015

Pengertian Observasi

Pengertian observasi adalah judul dari artikel kali ini. Observasi dilakukan pada saat kita melakukan kegiatan penelitian untuk mendapatkan suatu data. Di bawah ini adalah pengertian observasi menurut para ahli.
Pengertian observasi menurut para ahli.

Menurut Arikunto (2010) observasi seringkali diartikan sebagai suatu aktiva yang sempit, yakni memperhatikan sesuatu dengan menggunakan mata. Didalam pengertian psikologik, observasi atau yang disebut pula dengan pengamatan, meliputi kegiatan pemuatan perhatian terhadap sesuatu objek dengan menggunakan seluruh alat indra.
Berikut adalah pengertian observasi dari beberapa sumber :
a.                   Dalam Sevilla (1993) pengamatan dalam istilah sederhana adalah proses dimana peneliti atau pengamat melihat situasi penelitian. Metode ini sangat sesuai digunakan dalam penelitian yang meliputi pengamatan kondisi/interaksi belajar mengajar, tingkah laku bermain anak-anak dan interaksi kelompok.
b.                  Observasi (Nurkancana, 1986) adalah suatu cara untuk mengadakan penilaian dengan jalan mengadakan pengamatan secara langsung dan sistematis. Data-data yang diperoleh dalam observasi itu dicatat dalam suatu catatan observasi. Kegiatan pencatatan dalam hal ini adalah merupakan bagian daripada kegiatan pengamatan.
c.                   Observasi (Arifin, 2011) adalah suatu proses pengamatan dan pencatatan secara sistematis, logis, objektif dan rasional mengenai berbagai fenomena, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan untuk mencapai tujuan tertentu.
d.                  Menurut Jogiyanto (2008) observasi merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung obyek datanya.
e.                   Dalam Basrowi (2012) observasi adalah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara diteliti serta pencatatan secara sistematis.
f.                   Menurut Powell (1996) observation is an essential elemen in gool teaching and program development. In evaluation, it can be used to secure benchmark and descriptive data during program initiation and to document program activities, processes and outcomes. observation is appropriate in the following conditions: when you want direct information; when you are trying to understand an ongoing behavior, process, unfolding situation or event; when there is physical evidence, products or outcomes that can be readily seen; when written or other data collection procedures seem inappropriate.
g.           Dalam Burhan (2011) Observasi adalah kemampuan seseorang untuk menggunakan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya.
h.           Menurut Kartono (1980: 142) pengertian observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan dan pencatatan.
           Dari beberapa uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa observasi adalah suatu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan pengamatan dan pencatatan secara sistematis, objektif , logis dan rasional mengenai berbagai fenomena. Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner dimana wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga objek-objek yang lain.
           Menurut Marshall (1995) menyatakan bahwa “through observation, the researcher learn about behavior and the meaning attached to those behavior”. Melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna dari perilaku tersebut. Dalam Sugiyono (2010) mengemukakan bahwa, observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua di antara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan. Teknik pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, penelitian berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.
           Menurut Sudjana (2011) observasi atau pengamatan sebagai alat penilaian banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu ataupun proses terjadinya suatu kegiatan yang dapat diamati, baik dalam situasi yang sebenarnya maupun dalam situasi buatan. Dengan kata lain, observasi dapat mengukur atau menilai hasil proses belajar mengajar misalnya tingkah laku siswa pada waktu belajat, tingkah laku guru pada waktu mengajar, kegiatan diskusi siswa, partisipasi siswa dalam simulasi, dan penggunaan alat peraga pada waktu mengajar. Melalui pengamatan dapat diketahui bagaimana sikap dan perilaku siswa, kegiatan yang dilakukannya, tingkat partisisipasi dalam suatu kegiatan, proses kegiatan yang dilakukannya, kemampuan, bahkan hasil yang diperoleh dari kegiatannya.
           Observasi harus dilakukan pada saat proses kegiatan itu berlangsung. Pengamat terlebih dahulu harus menetapkan aspek-aspek tingkah laku apa yang hendak diobservasinya, lalu dibuat pedoman agar memudahkan dalam pengisisan observasi. Pengisian hasil observasi dalam pedoman yang dibuat sebenarnya bisa diisi secara bebas dalam bentuk uraian mengenai gejala yang tampak dari perilaku individu yang diobservasi, bisa pula dalam bentuk memberi tanda cek (√) pada kolom jawaban hasil observasi jika pedoman observasi yang dibuat telah disediakan jawabannya (berstruktur).
DAFTAR PUSTAKA

Amheru. 2010. Bab IV Teknik Pengumpulan Informasi (Data). Tersedia di http://amheru.staff.gunadarma.ac.id. Diakses tanggal 7 Maret 2014
Arifin Zainal. 2011. Evaluasi Pembelajaran Prinsip, Teknik, Prosedur. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto Suharsimi. 2006. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
Arikunto Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
BasrowidanSiskandar. 2012. EvaluasiBelajarBerbasisKinerja. Bandung: Karya Putra Darwati.
Bungin Burhan. 2011. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana.
Flick, Uwe, 2004 et all eds. 2004. A Companion To Qualitative Research. London: Sage Publications.
GussNo. 2013. Pendekatan Saintifik (Scientific Approach). Tersedia di http://www.slideshare.net/GussNo/pendekatan-saintifik. Diakses tanggal 10 Maret 2014
Jogiyanto. 2008. Metodologi Penelitian Sistem Informasi. Yogyakarta: Andi Offset.
Marshall, Catherine, Gretchen B Rossman. 1995. Designing Qualitative Research. London: International Educational and Professional Publisher.
Moleong Lexy J. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution. 2007. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta: Bumi Aksara.
Nurkancana Wayan, Sumartana. 1983. Evaluasi Pendidikan.Surabaya : Usaha Nasional.
NarbukoCholiddan Abu Achmadi. 2010. MetodologiPenelitian. Jakarta: BumiAksara.
Powell Ellen Taylor and Sara Steele. 1996. Program Development and Evaluation, Collecting Evaluation Data: Direct Observation. University Of Wisconsin Extension.
Purhantara Wahyu. 2010. Metode Penelitian Kualitatif Untuk Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rosyid. 2010. Kriterial Observasi. Tersedia di http://materiobservasi.blogspot.com. Diakses tanggal 9 Maret 2014
Sevilla Consuelo G, Jesus A. Ochave, Twila G. Punsalan, Bella P. Regala, Gabriel G. Uriarte. 1993. Pengantar Metode Penelitian. Jakarta: Universitas Indonesia.
Sugiyono.2010.Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitataif dan R&D. Bandung : Alfabeta.
Sugiyono. 2008. MemahamiPenelitianKualitatif. Bandung: Alfabeta.
Sudjana Nana. 2011. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Taniredja Tukiran dan Hidayati Mustafidah. 2011. Penelitian Kuantitatif (Sebuah Pengantar). Bandung: Alfabeta.
Wurya Siti. 2007. Mata Kuliah Psikodiagnotk II (Observasi). Tersedia di http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PSIKOLOGI/195010101980022-SITI_WURYAN_INDRAWATI/PD2-Teori_Observasi.pdf. Diakses tanggal 7 Maret 2014
 

Thursday, April 23, 2015

Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK)


Pengertian Penelitian Tindakan Kelas (PTK).


Menurut Suharsimi A. (2004) ada tiga kata yang membentuk pengertian PTK, yaitu penelitian, tindakan, dan kelas. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu obyek dengan menggunakan aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data atau informasi yang bermanfaat dalam meningkatkan mutu suatu hal, serta menarik minat dan penting bagi peneliti. Tindakan adalah kegiatan yang sengaja dilakukan dengan tujuan tertentu. Sedangkan kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari seorang guru. Dalam hal ini kelas bukan wujud ruangan tetapi diartikan sebagai sekelompok siswa yang sedang belajar.


Kasihani (1999) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan PTK adalah penelitian praktis, bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas dengan cara melakukan tindakan-tindakan. Upaya tindakan untuk perbaikan dimaksudkan sebagai pencarian jawab atas permasalahan yang dialami guru dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Jadi masalah-masalah yang diungkap dan dicarikan jalan keluar dalam penelitian adalah masalah yang benar-benar ada dan dialami oleh guru.
Sedangkan menurut Suyanto (1997) secara singkat PTK dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu, untuk memperbaiki dan atau meningkatkan praktekpraktek pembelajaran di kelas secara lebih profesional. Oleh karena itu PTK terkait erat dengan persoalan praktek pembelajaran sehari-hari yang dialami guru.
Dalam PTK guru dapat meneliti secara mandiri atau bersama dengan tenaga kependidikan yang lain (secara kolaboratif) terhadap proses dan produk pembelajaran secara reflektif di kelas. Dengan PTK, guru dapat memperbaiki praktek-praktek pembelajaran agar lebih efektif. PTK juga dapat menjembatani kesenjangan antara teori dan praktek. Alasannya, setelah PTK guru akan memperoleh umpan balik yang sistematik mengenai pembelajaran yang selama ini dilakukan apakah cocok dengan teori belajar mengajar dan dapat diterapkan dengan baik di kelasnya. Melalui PTK guru dapat mengadaptasi teori yang ada untuk kepentingan proses dan produk pembelajaran agar lebih efektif dan optimal.
 
Artikel diatas diambil dari artikel yang diterbitkan oleh PPPPTK Matematika, artikel lengkapnya berjudul penelitian tindakan kelas di SD. 
Artikel tersebut bisa didownload di sini : download artikel penelitian tindakan kelas di SD 

PTK saat ini sedang naik daun, dimana-mana guru di tuntut untuk melakukan penelitian tindakan kelas sebagai syarat kenaikan pangkat. 
Semoga artikel tentang Penelitian TIndakan Kelas ini bermanfaat untuk sahabat guru dan mahasiswa.
 
Daftar Pustaka
Miles, L.B. and Huberman, A.M. 1992. Analisis Data Kualitatif. Terjemahan oleh
Tjejep Rohidi. Jakarta: Universitas Indonesia.
Moesono, D. dan Sujono. 1994. Matematika 4: Mari Berhitung. Jakarta: Balai
Pustaka.
Orton, A. 1991. Learning Mathematics: Issues, Theory and Classroom Practice.
(second ed). University of Leed Center for Studies Sience and Matematics
Education.
Purwanto, M. N. 1984. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remadja Karja
Rofi’udin, A. H. 1996. Rancangan Penelitian Tindakan. Makalah Disampaikan pada
Lokakarya Tingkat Lanjut Penelitian Kualitatif Angkatan V tahun
1996/1997. Malang: lembaga Penelitian IKIP Malang.
Ruseffendi, E.T. 1980. Pengajaran Matematika Modern untuk Orang Tua Murid Guru
dan SPG. Bandung: Tarsito.
Saukah, A. dkk. 1996. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Malang: IKIP Malang
Simanjuntak, L. Dkk.1992. Metode Mengajar Matematika I. Jakarta: Rineka Cipta.
Skemp, R.R. 1977. The Psycology of Learning Mathematics. New York: Penguin
Books Ltd.
Slavin, R.E. 1997. Educational Psycology. Boston: A Viacom Company.
Suparno, P. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Penerbit
Kanisius.
Sutawijaja,A. 1988. Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Malang: IKIP
Malang.
Suyanto. 1997. Pedoman Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Pengenalan
Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Dirjen Dikti.
Troutman, PA.and Listening B.K. 1981. Mathematics a Good Beginning. California:
Cole Publishing Company.
Usman, M.U dan Setiawati, L. 1993. Upaya Optimalisasi Belajar Mengajar. Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya.



Tuesday, May 28, 2013

Uji Prasyarat dalam statistika

Uji prasyarat adalah judul dari postingan kali ini, sebelum kita membahas Uji prasyarat sharematika mengucapkan salam sapa untuk sahabat sharematika semua, berjumpa lagi dengan sharematika, blog yang membahas semua materi :
-Materi Matematika sd lengkap dengan soal dan pembahasan
-Materi Matematika smp lengkap dengan soal dan pembahasan
-Materi matematika sma lengkap dengan soal dan pembahasan
-Materi matematika universitas lengkap dengan soal dan pembahasan


Uji Prasyarat.
Uji prasyarat mempunyai beberapa jenis pengujian, diatantaranya :
Uji Normalitas.
Uji normal ( uji normalitas) adalah uji yang dilakukan untuk mengecek apakah data penelitian kita berasal dari populasi yang sebenarnya normal. Terdapat beberapa cara pengujian normalitas distribusi, diantaranya adalah :
  • Uji normalitas dengan menggunakan formula kolmogorof - Smirnov, yaitu uji normalitas kolmogorof -smirnov.
  • Uji normalitas dengan Liliefors,
  • Uji normalitas Chi square.
Nb : Untuk materi yang lebih mendalam  dan bagaimana melakukan uji normalitas (Uji normalitas dengan formula kolmogorof - smirnof, uji normalitas dengan liliefors, dan uji normalitas dengan chi square), sahabat sharematika bisa mendownload materi lengkap uji normalitas dibawah ini :

Download Materi Uji Normalitas dan bagaimana cara melakukan uji normalitas lengkap : Klik disini.
Jangan sampai salah ya downloadnya : Klik download yang dilingkari seperti pada gambar dibawah ini.



 
Uji Homogenitas.
  • Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui varians data bersifat homogeny atau heterogeny berdasarkan sifat tertentu. Uji homogen data univatiate dapat dilakukan melalui uji bartlet dan lavene.
  • Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah suatu data atau sampel yang diambil berasal dari varians yang homogen atau tidak
  • Uji homogenitas dilakukan untuk menunjukkan bahwa perbedaan yang terjadi pada uji statistik ( misalnya uji t, ANAVA maupun MANOVA) benar-benar terjadi akibat adanya perbedaan antar kelompok, bukan sebagai akibat perbedaan dalam kelompok.
Dari pendapat-pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa uji homogenitas adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah data yang akan kita teliti homogen atau tidak.
Uji homogenitas data dilakukan dengan dua cara yaitu uji f dari Havley dan uji Bartlett. Uji F dari Havley biasanya digunakan untuk menguji homogenitas dua kelompok data, sedangkan uji Bartlet biasanya digunakan untuk menguji homogenitas lebih dari dua kelompok data.
Untuk materi lengkap homogenitas  sahabat sharematika bisa download untuk belajar . Download materi lengkap homogenitas.


 
Independensi.
Uji independen antara dua faktor.
 Banyak data hasil pengamatan yang dapat digolongkan kedalam beberapa faktor, karakteristik atau atribut dengan tiap faktor atau atribut terdiri dari beberapa klasifikasi, kategori, golongan atau mungkin tingkatan. Berdasarkan hasil pengamatan terhadap fenomena demikian akan diselidiki mengenai asosiasi atau hubungan atau kaitan antar faktor. Dengan kata lain akan dipelajari apakah terdapat atau tidak suatu kaitan diantara faktor-faktor itu. Jika ternyata tidak terdapat kaitan antara faktor-faktor, bisa dikatakan bahwa faktor-faktor itu bersifat independen atau bebas, tepatnya bebas statistik. Untuk materi lebih lengkapnya tentang independensi sahabat sharematika bisa download filenya dibawah ini :
Download materi independensi lengkap.

Semoga materi Uji prasyarat diatas bermanfaat untuk sahabat sharematika semua. Terimakasih atas kunjungannya, kunjungi terus sharematika,blog yang membahas semua materi :